Mau pasang iklan? Kontak rizkythea@gmail.com

Kumpulan Cerita Lucu

Cerita lucu atau cerpen lucu adalah cerita yang menghibur karena bisa membuat kita tertawa. Ya ialah kalo gak ketawa bukan cerita lucu namanya wkwkw.. basi!! Ya sudah lah saya gak bisa menjelaskan panjang lebar lagi pengertian dari cerita lucu ini yang pasti silahkan baca langsung kumpulan cerita lucu berikut, mudah-mudahan sih beneran lucu alias gak basi! hahaha.


Kisah 3 Orang Mati

Seorang Malaikat dipintu gerbang antara Surga dan Neraka sedang mengadili orang2 mati. begini kira2 debat yg terjadi diantara mereka:

Malaikat : "Hey, Apa penyebab kematianmu??"

Orang 1 : "Beberapa menit yang lalu saya sedang berada di kantor, tp karena saya tiba2 merasa istri saya sedang selingkuh, saya buru2 pulang. Sesampainya saya di rumah, pintu rumah sedang dalam keadaan terkunci. Kemudian saya dobrak pintu tersebut dan menemukan istri saya sedang telanjang di pojokan ranjang dengan posisi ranjang yang berantakan.

Saya menolah ke jendela dan melihat ada tangan orang sedang bergelantungan, tanpa basa-basi saya pukul lah tangan org tersebut biar dia jatuh dan mati. Setelah dia jatuh kebawah, saya ambil kulkas dan saya lemparkan juga kebawah, ketika melemparkan kulkas, mendadak penyakit jantung saya kumat dan ikut jatuh bersama kulkas tersebut."

Malaikat: "ooh, begitu, kasihan jg kamu ya. Berikutnya yang pakai celana pendek, silahkan ceritakan penyebab kematianmu."

Orang 2 : "Begini, saya sedang berolahraga di balkon apartemen saya, kemudian saya terpeleset dan jatuh, untung saya bisa berpegangan pada balkon di lantai bawah apartemen saya. Tapi tiba2 ada yang memukuli tangan saya sehingga saya jatuh, Untungnya saya jatuh di tempat sampah yang empuk, Tapi tiba2 ada kulkas yang jatuh dan menimpa saya. Makanya saya ada disini."

Malaikat : "naas skali nasibmu. Silahkan berikutnya, org yg sedang telanjang. Bisa ceritakan bagaimana kamu bisa ada disini?"

Orang 3 : "Begini, saya sedang selingkuh dengan istri orang, tiba2 dia pulang kerja. Jadi saya buru2 sembunyi di kulkas. Tak tahu kenapa, tiba2 saya sudah ada disini."

Malaikat: " ooh...."
----------------------------------------------------------

Cara Ngebedain Sapi...

Dua orang pemuda sedang menggembalakan sapi mereka. Sambil menunggui sapi-sapi mereka merumput, keduanya pun berbincang-bincang di bawah pohon.

Pemuda 1 : Hmmm,, kalo dilihat dari depan, sapi kita nggak ada bedanya yah?
Pemuda 2 : Betul juga tuh. Jangan2 nanti bisa ketuker.
Pemuda 1 : Gue ada ide..!! Gimana kalo kamu potong aja sebelah telinga sapimu? Jadi kita bisa bedain.
Pemuda 2 : Ide bagus..!!

Akhirnya mereka memotong sebelah telinga sapi milik Pemuda 2.

Pemuda 1: Wah... akhirnya... sapi kita nggak akan pernah ketuker.
Pemuda 2: Benar.. Tapi..... kalo dari belakang kok tetap sama yah?
Pemuda 1: Benar juga. Jadi gimana dong?
Pemuda 2: Gini aja, karena sapi gue udah dipotong telinganya, gimana kalo sekarang sapimu yang dipotong ekornya?
Pemuda 1: Oke setuju !!

Dan mereka pun memotong ekor sapi milik Pemuda 1.

Pemuda 1: Nah,, akhirnya sapi kita benar-benar nggak akan pernah ketuker sekarang.
Pemuda 2: Iya.. Eh, gimana kalo sekarang kita tes dulu. Tuh, ada anak SD lewat. Kalo anak SD aja bisa membedakan, apalagi orang dewasa kan?
Pemuda 1: Benar juga. Ayo kita panggil anak itu.

Pemuda 1: Nak, bisa nggak kamu bedain kedua sapi itu?
Anak SD : Jelas aja bisa. Yang satu warnanya putih, yang satu warnanya coklat..!!
-------------------------------------------------------------------

"Diary Sang Istri vs Diary Sang Suami"

--- Diary Sang Istri -----
Minggu malam - Dia bertingkah aneh, sebelumnya kami berjanji bertemu di cafe. Aku shopping dengan teman teman, sehingga dia mungkin marah karena aku agak telat, sampai di cafe, dia tidak berkomentar.

Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ketempat yang agak sepi supaya ngobrolnya agak enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak.

Aku tanyakan ” apa ada yang salah “,
dia menjawab ” tak ada “.

Aku tanyakan apakah kesalahanku yang membuatnya kesal, dia bilang hal ini tidak ada kaitannya denganku dan minta aku gak usah khawatir.

Dalam perjalanan pulang, kubilang aku mencintainya, dia cuman tersenyum tipis dan tetap menyetir.
Aku tidak bisa menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak habis fikir kenapa dia tak menjawab, ” Aku juga cinta kamu “.

Sesampainya dirumah aku merasa kehilangan dia, dan seolah olah dia tak menghendaki aku lagi. dia hanya duduk dan menonton didepan tv, dia terlihat jauh dan menghilang……

Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan lagi, aku putuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur.

Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Hidupku serasa kiamat..

---- Diary Sang Suami ----
Hari ini REAL MADRID kalah.. SIALAAANNNNNN!!!!!

-------------------------------------------------------

"Fungsi Jari Tengah"

Pada tahun 1980, seorang anak yang masih duduk di kelas VI SD bertanya pada ayahnya tentang fungsi jari tangan.

Anak: “Ayah apa fungsi jari-jari tangan?”
Ayah: “Oh… begini nak, pertama jari kelingking fungsinya untuk menunjukkan kalau kamu marahan sama temenmu, terus jari manis untuk cincin biar manis kelihatannya, selanjutnya (sang ayah melewati jari tengah dan langsung pada jari telunjuk) jari telunjuk untuk menunjuk sesuatu, terakhir jari jempol bila kamu mau bilang sesuatu bagus atau hebat menggunakan jari jempol.”
Anak: “Terus jari yang tengah untuk apa?”
Ayah: “(Berpikir sejenak) Nak… nanti kalo kamu sudah gede, sudah kimpoi, baru ayah kasih tau, sabar yah…”

Waktu pun berlalu akhirnya pada tahun 2007, Si anak sudah gede dan menikah. Sesudah menjalani acara makan-makan di hari perkimpoian sang anak, bertanyalah si anak pada ayahnya.

Anak: “Ayah masih ingat dulu ayah pernah bilang mau kasih tahu fungsi jari tengah pada saya?”
Ayah: “Oh iyah… begini (sambil berbisik) kalo nanti kamu berhubungan intim dengan istrimu dan kamu udah capek nah… itulah fungsi jari tengah.”
Anak: “Maksud ayah?”
Ayah: “Ah… kamu ini gimana sih… yah itu gunain jari tengahmu itu.”
Anak: “Gimana caranya???”

Ayah: “Sini, masak kamu nggak mikir sih… jari tanganmu diangkat terus dorong ke jidat istrimu itu… bilang GUE UDAH CAPEK BEGO, TIDUR SANA ...!!!”

Sekian kumpulan cerita lucu semoga bisa menghibur :)

Original Source:capedeh-2.blogspot.com/

Formulir Pendaftaran Miss Indonesia 2010

Miss Indonesia 2010 akan kembali digelar dan menyapa masyarakat Indonesia dan RCTI kembali menyelenggarakan ajang ini untuk keenam kalinya. Menurut rencana, Miss Indonesia akan diselenggarakan didelapan kota. Calon peserta yang bakal terpilih adalah yang memiliki Manner, Impresive, Smart and Social. Selain itu wajib memiliki keahlian di bidang seni, modeling, olahraga dan sosial.

Pendaftaran Miss Indonesia 2010

Bagi anda yang ingin meraih impian tertinggi menjadi Miss Indonesia 2010 silahkan mengisi formulir pendaftaran dengan Persyaratan sebagai berikut:

* WNI, 17 - 24 Tahun sebelum 30 Agustus 2010

* Belum menikah dan mempunyai anak

* Tinggi minimum 165 cm

* Memiliki pengetahuan umum dan wawasan luas

* Berpenampilan menarik, cantik, cerdas serta berkepribadian

* Menguasai bahasa Inggris atau bahasa asing lain/bahasa Daerah

* Mempunyai bakat/keahlian khusus

* Mengisi formulir pendaftaran

* Sehat jasmani dan rohani

* Semua kandidat yang datang di kota audisi berdasarkan seleksi awal panitia

Audisi Miss Indonesia 2010 dilakukan mulai Maret sampai April 2010 di mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Manado, Makassar, Medan, Denpasar, Bandung serta Jakarta. Jika Anda lolos seleksi awal administrasi, RCTI akan mengundang untuk peserta menuju lokasi audisi.

Segera daftarkan dirimu di Kontest Miss Indonesia 2010, formulir pendaftaran Miss Indonesia 2010 selengkapnya dapat dilihat di www.rcti.tv

Film My Name is Khan Trailer, Sinopsis

Film My Name is Khan ini dibinyangi oleh aktor papan atas Bollywood Shah Rukh Khan dan Kajol. Akan rilis tahun ini dan untuk sekedar mengobati rasa penasaran trailer My Name is Khan sudah bisa kita lihat di Youtube.

Syuting film garapan sutradara beken Karan Johar ini dilakukan di San Francisco, Amerika Serikat untuk jangka waktu 2 bulan non stop. Bagi Kajol, syuting tersebut adalah terlama yang jauh dari rumah dan juga berat bagi suaminya, aktor Ajay Devgan lantaran diperkirakan tidak akan menjenguk istrinya.



Sedikit Sinopsis Film My Name is Khan

Awal film ini menceritakan tentang kehidupan dari Rizwan Khan yang di perankan oleh Shahrukh Khan yang di tangkap atas dasar tuduhan tindak prilaku yang mencurigakan namun pada kenyataannya khan ini mengidap Sindrom Asperger. Pada perjalanan hidup khan ini bertemu dengan seorang wanita cantik beragama hindu yang di perankan oleh kajol dan akhirnya khan pun jatuh cinta kepada wanita itu.

Video Viviana Hendrika Lie

Habis main ke Lintas Berita langsung lihat top 10 beritanya di sidebar kanan, "Viviana Hendrika Lie Dapat Beasiswa Di Singapura Malah Bikin Video Bokep". Begitu judul berita yang jadi berita terpopuler lintasberita dengan 1120 vote. Masya Allah, cuma bisa mengelus dada bacanya. Gimana nggak sudah dikasih karunia berupa beasiswa ke luar negeri bukannya dimanfaatkan dengan baik buat mengaharumkan nama bangsa malah sebaliknya malu-maluin dengan bikin video bokep.

Viviana hendrika lie di singapura tenar dengan nama panggilan 50 cent (istilah untuk putingnya), setelah foto bugil nya beredar di internet kini telah menyusul video porno viviana hendrika lie yang banyak beredar di internet, mungkin akan menyaingi Erika Kirihara atau bahkan Rin Sakuragi Ckkk..

Viviana Hendrika Lie


Update Berita dari Indowebster
Seorang mahasiswi Viviana Hendrika Lie, di National University Of Singapore yang mendapat beasiswa dari MENLU malah buat malu nama INDONESIA tercinta. Viviana Hendrika Lie sekarang dipanggil dengan nama "50 cent" (komentar untuk puting nya) setelah foto-foto bugil nya tersebar luas di Internet. Bukan sekadar foto aja, tetapi video bugil nya juga lagi "HOT" banget!!

tapi stelah ditelusurin lagi itu bukan orang Indonesia tetapi mahasiswi Malaysia di universitas Republic Polytechnic SIngapore,jadi berita tentang wanita tersebut orang INDONESIA adalah HOAX belaka? (what happen) ada apa dengan malaysia? akankah terulang lagi?

Singapore Republic Polytechnic Malay Girl Leaked Topless Photos In Public Park

Because Singaporeans love a sex scandal with nudity here below is the latest controversial set of pictures in the news from the city-state. Apparently, this chick took a few nudie exposures in public in a park in Singapore with her boyfriend. She then posted it on her blog and from there it spread like fire. She was recently teased and taunted by a group of guys while still in class about the pictures. Supposedly she had no idea that her pics were flowing freely and spreading like wild fire from her blog. I guess she intended to share the set online with her boyfriend only but ended up sharing pictures of her boobs with the world. She has since privatized her blog though but it was too late. According to a tip off from a contributor, her school isRepublic Polytechnic and she is a member of class: E36F. So now people from the Republic Poly are saying she is spoiling the reputation of the school by her leaked picture scandal.

I spent (wasted) a few minutes looking at girls from the E36F class at Republic Poly but because of the low-res of these leaked titty pictures I could not confirm an identity 100%. However, there are several candidates or possibilities in the class but will not be naming them as a result of the uncertainty. Based on info I got from the search for pictures of girls in the E36F class, she is either 18 or 19-years old judging from her peer group.

Needless to say, all the people who sent in the pictures will remain confidential and the topless photos of the Republic Polytechnic student class: E36F will not be removed. Anyway, her name is Sharmalis and his name is Nabil but surnames will remain undisclosed for now. The pictures were apparently taken at Admiralty Park national park in Woodlands. A beautiful garden inSingapore with naked chicks showing off their private bits.

Weleh..weleh ko jadi gak jelas gini yah? Syukur deh kalo ternyata si Viviana Hendrika Lie bukan dari Indonesia. Lantas dari mana berita kalo dia mahasiswa dari Indonesia??

Trik Cara Main Ninja Saga di Facebook

Ninja saga adalah game Facebook yang lumayan banyak dimainkan oleh remaja saat ini, termasuk adik saya si Ova jelek :) Saat ini Ninja Saga sudah di update jadi 40 level dan bukanlah hal yang mudah untuk menyelesaikan semua level tersebut. Nah buat yang suka main game ninja saga seperti adik saya, berikut ini adalah trik cara main game Ninja Saga mulai dari menaikkan level game Ninja Saga sampai cara beli token via hp.

Ninja Saga

Ini dia trik-trik main Ninja Saga dengan langkah-langkahnya:

Trik Main Ninja Saga Facebook
1. Menaikkan Level dengan cepat

Kalo kalian mau cepat naikin level Ninja Saga, jalanin mission seperti biasa, g sesuai level kalian jg gpp. Tapi yang harus kalian ingat adalah liad keterangan dari mission. Pilih yang Exp-nya paling gede. Tapi biasanya Goldnya-nya sedikit.

Kalo kalian mau nambahin jumlah Gold, jalanin aj yang keterangan Gold-nya paling gede. Tapi biasanya Exp-nya sedikit. Dari situ w tarik kesimpulan bahwa, keduanya berbanding terbalik.

Trik Main Ninja Saga Facebook
2.Menyelesaikan Daily Task Ninja Saga dengan Cepat & Mudah

Daily Task dapat terselelsaikan dengan mudah. Caranya, lgsung masuk ke Kage Room ato lgsung aj ke tempat Battle (di pojok kanan bawah), untuk mempercepat menyelesaikan Daily Task, selesaikan misi lvl pertama aja dulu sampai keterangan Daily Task sudah kamu penuhi semua.

Trik Main Ninja Saga Facebook
3. Cara Membeli Token Via HP

1. Masuk ke akun ninja saga anda, lalu pilih “earn saga token” pada tab bagian atas.
2. Masuk ke menu AdParlor, lalu pada menu buy saga token, pilih icon bergambar handphone dengan judul “Pay By Mobile”. Biar tidak ada kesalahan berikut ini adalah gambar iconyang harus kamu klik.
3. Setelah muncul kotak dialog berwarna biru, pilihlah jumlah token yang ingin kamu beli, lalu klik “buy saga token”.
4. Setelah itu akan muncul kotak dialog selanjutnya, pada kotak dialog ini, kamu perlu memilih operator seluler kamu contoh: Indosat. Lalu ketikkan nomor handphoneanda, setelah itu klik tombol “lanjutkan”.

Berikut ini adalah tampilan kotak dialog yang keluar.

5. Loading akan berjalan, dan pada bagian atas kotak dialog kamu diperintah untuk mengirim sebuah pesan ke operator mereka, dengancara, ketik PAY15/10/5 (tergantung token yang akan kamu beli) , kirim ke 5799 (loading akan berhenti bila kamu tidak mengirimkan format sms tadi).
6. Setelah kamu mengirimkan sms tadi, kamu akan mendapatkan sebuah sms lagi, berisi kode pin yang harus kamu masukkan ke dalam kotak yang telah disediakan pada browser.
7. Setelah kode pin dimasukkan “loading” akan kembali berjalan, setelah selesai maka bukalah akun ninja saga kamu dan token kamu telah bertambahBerikut harga token via HP

50 token : Rp. 5000,-
100 token : Rp. 10.000,-

Source:agusnurrohman.wordpress.com

Contoh Surat Permohonan Magang Kerja

Surat Permohonan Magang Kerja biasanya dibuat untuk keperluan Praktek Kerja bagi para pelajar dan mahasiswa pada semester tertentu sebagai syarat kelulusan dan sebagainya. Berikut contoh Surat Permohonan Magang Kerja yang mungkin berguna bagi anda yang membutuhkan.

Contoh Surat Permohonan Magang Kerja

Jakarta, ..., November, 2009

Hal : Permohonan Magang Kerja

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. ...
Jl. ...
Jakarta Timur

Dengan hormat,


Saya adalah mahasiswa tingkat akhir S1 jurusan ... . Pada semester ini saya diharuskan melakukan Praktek Kerja (MAGANG) di salah satu perusahaan. Oleh karena itu saya mengirimkan surat permohonan magang ini kepada bapak/ibu, Saya ingin melakukan Praktek Kerja pada bagian ... karena bagian tersebut sesuai dengan jurusan yang saya dapatkan saat ini.

Saya (nama anda) berusia ... tahun. Dengan pengalaman berorganisasi yang pernah saya jalani selama ini, maka saya dapat bekerjasama dalam sebuah tim. Mempunyai loyalitas tinggi terhadap sesuatu yang saya tekuni, kerja keras, kejujuran, komunikatif serta berpenampilan menarik adalah modal utama saya dapat cepat menerima tugas baru serta dapat cepat beradaptasi di lingkungan yang baru.

Bersama ini, saya lampirkan pula daftar riwayat hidup, transkrip nilai semester 1 sampai dengan semester 11, pas photo terbaru dan berkas-berkas lain yang sekiranya dibutuhkan.

Besar harapan saya, Permohonan Magang saya ini dapat dipertimbangkan. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih.


Hormat saya,



nama anda

Foto Topless Jenny Cortez Beredar

Jenny Cortez akan menuntut Rp 1 miliar untuk PH Cita Baru jika dalam waktu 1 minggu tak berhasil menemukan penyebar foto topless dirinya. Hal itu dikemukakannya saat jumpa pers di Kawasan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (22/2/2010) prihal foto topless Jenny Cortez yang beredar luas di internet. Citra Baru, adalah rumah produksi yang membuat film 'Pemburu Hantu The Movie. Foto-foto topless Jenny yang tersebar, diambil saat ia melakoni syuting film tersebut.

Meski akan menuntut Rp 1 miliar, dituturkan Jenny, sebenarnya hubungannya dengan pihak rumah produksi Cita Baru yang diwakili oleh Alamsyah, sudah baik. Namun, Jenny sebagai korban tetap menginginkan penyebar foto-foto tersebut diselidiki dan dibawa ke jalur hukum.

Foto Topless Jenny Cortez

"Itikad baik untuk meminta maaf itu sih sudah disampaikan ke saya. Tapi nggak cukup dengan kata maaf saja. Karena keluarga besar saya juga tersakiti dengan menyebarnya foto tersebut," tambahnya.

Ibunda Jenny, Asih, yang hadir dalam jumpa pers, mengaku sedih ketika tahu bahwa foto topless putrinya menyebar. Namun, ia tetap memahami dan tahu konsekuensi pekerjaan anaknya di dunia entertaiment.

"Nggak akan saya batasi, emang kerjanya di sini, saya hanya bisa bilang hati-hati saja," pesannya.

Sementara itu, pihak rumah produksi Cita Baru yang diwakili oleh Alamsyah mengaku siap menghadapi tuntuan Rp 1 M Jenny. Namun, ia berharap semua masalah ini dapat diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.

"Kita cooling down dan bicarakan dulu semua masalah ini, kalau bisa yah diselesaikan dengan damai," ungkapnya.

Foto Adegan Mandi Poppy Bunga

Di film Pemburu Hantu the Movie Poppy Bunga melakukan adegan mandi yang cukup berani dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Ini kesekian kalinya Poppy tampil berani setelah sebelumnya tampil agak nude di film Bidadari Jakarta. Kini foto adegan mandi Poppy tersebut tersebar luas di internet dan entah siapa yang menyebarkan fotonya. Menanggapi hal ini Poppy terlihat santai. Poppy menyatakan tidak ambil pusing dengan beredarnya foto-fotonya saat melakoni adegan mandi tersebut.

Dalam foto Poppy Bunga beradegan mandi yang beredar di internet, terdiri dari empat foto. Pada salah satu foto, Poppy Bunga terlihat hanya mengenakan celana dalam berwarna cokelat, sementara bagian dadanya ditutupi kain berwarna kulit. Kain tersebut ditutup dengan isolasi ke tubuhnya.

"Poppy nya waktu lihat, nggak nanggepin apa-apa, biasa saja," ujar Rian, kakak Poppy, saat berbincang dengan detikhot melalui telepon, Senin (22/2/2010).

Menurut Rian, foto tersebut diambil dari film 'Pemburu Hantu the Movie.' Ketika foto tersebut beredar, Poppy sudah menghubungi pihak pembuat film tersebut.

"Sudah ngobrol sama tim Pemburu Hantu the Movie, mereka mengakui memang ada kecolongan. Tapi dari kita biasa aja sih," jelas Rian lagi.

Biografi R.A Kartini

Tertarik rasanya saya lebih mengenal biografi Raden Ajeng (R.A) Kartini, Kartini adalah sosok wanita yang telah mengangkat derajat kaum perempuan sehingga saat ini kaum hawa bisa lebih aktif dan hidup berdampingan dengan kaum lelaki.

Biografi R.A Kartini

Biografi R.A KartiniRaden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1879 di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan.

Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak
sumber : http://chrissanta.wordpress.com

Info Harga BlackBerry Tahun 2010

Info Harga BlackBerry Tahun 2010 berikut diambil dari berbagai sumber terpercaya gudangnya gadget dan HP seperti Roxyhp.com, Bhinneka.com dan Tabloid Pulsa. Harga BlackBerry sangat mungkin berbeda seiring waktu, karena itu silahkan cek kembali daftar harga BlackBerry di situs yang saya sebut diatas. Semoga list harga berikut bisa memberikan gambaran bagi anda yang berniat membeli BlackBerry di tahun 2010 ini.

1. BlackBerry Storm 2 9550
Blackberry Storm 2 9550
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 4.900.000,-
Roxyhp.com Rp 5.300.000,-
Bhinneka.com Rp 5.700.000,-


2. BlackBerry 9500 Storm
Blackberry 9500 Storm
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 3.450.000,-
Bhinneka.com Rp 3.650.000,-


3. BlackBerry Tour 9630
Blackberry Tour 9630
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 3.850.000,-
Roxyhp.com Rp 3.800.000,-
Bhinneka.com Rp 4.100.000,-


4. BlackBerry Curve 8520
Blackberry Curve 8520
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 2.950.000,-
Roxyhp.com Rp 2.975.000,-
Bhinneka.com Rp 3.099.000,-


5. BlackBerry 8900 Javelin
Blackberry 8900 Javelin
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 3.700.000,-
Roxyhp.com Rp 3.750.000,-
Bhinneka.com Rp 3.990.000,-


6. BlackBerry Bold
Blackberry Bold
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 4.350.000,-
Roxyhp.com Rp 4.550.000,-
Bhinneka.com Rp 4.650.000,-


7. BlackBerry Bold 9700
Blackberry Bold 9700
HARGA
Tabloid PULSA Rp. 5.050.000,-
Roxyhp.com Rp 5.100.000,-
Bhinneka.com Rp 5.500.000,-

Note: Bila harga BlackBerry diatas tidak sama dengan harga di pasaran mohon koreksinya untuk kemudian diupdate kembali

Foto Mesra Manohara Beredar

Beredarnya foto mesra Manohara bersama pria bernama Amil melalui forum dan juga blog sedang hangat di bicarakan di internet. Tampaknya api asmara Manohara Odelia Pinot kembali berkobar.

Kabar yang berhembus tersebut coba ditelusuri kebenarannya oleh tim KapanLagi.com. Awak reporter langsung mencoba mendatangi kediaman Manohara di kawasan Jl. Anggrek Rosalina, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (18/2).

Sesampainya di kediaman Mano, seorang pria yang mengaku bernama Enggo keluar menyambut kedatangan KapanLagi.com - yang lantas mengutarakan niat untuk bertemu dengan Monahara ataupun ibundanya, Daisy Fajarina, untuk mengklarifikasi kebenaran kabar kedekatan Mano dengan AM.

Foto Mesra ManoharaSetelah mengiyakan, tak berapa lama kemudian Enggo masuk ke dalam rumah untuk menyampaikan niat yang diajukan. Dan setelah menunggu, Enggo muncul memberikan kabar kalau Daisy ataupun Mano tidak bisa diwawancarai. Enggo mempersilahkan untuk menelepon terlebih dahulu dan membuat janji.

Wanita yang diduga mirip Mano bersama AM

Merasa tidak puas dengan jawaban Enggo, awak reporter lalu melobi sambil menunjukkan foto-foto kemesraan seorang wanita yang diduga adalah Manohara dan AM kepada Enggo. Setelah melihat secara seksama, Enggo pun berkomentar, "Foto itu memang ada kemiripan dengan Mano, tapi kalau dilihat sepertinya bukan. Dari rambutnya saja sudah beda," tutur Enggo.

Dari lima buah foto beredar yang diperlihatkan, Enggo mengaku tidak mengenal laki-laki yang ada di foto tersebut. "Laki-lakinya saja saya tidak kenal," ujarnya tanpa mau membahas lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, baik Manohara maupun Daisy tidak bisa diganggu. Mano terlalu capek karena baru pulang Subuh tadi, sedangkan dari Daisy sendiri meminta untuk menelepon dirinya di malam hari saja.

Source:Kapanlagi.com

Erika Kirihara di Film Arisan Brondong

Ternyata Erika Kirihara main di film Arisan Brondong gan! Wah artis JAV Jepang lagi laku banget ya maen film di Indonesia:P Setelah Rin Sakuragi, bintang film porno dari negeri Sakura, Erika Kirihara pun datang menyambangi para penggemarnya di Indonesia.

Di film Arisan Brondong, Erika tampil bersama Bella Saphira dan aktris Hollywood, Heather Storm. Perempuan dengan tinggi badan 168 sentimeter itu berperan sebagai Nana, istri pengusaha Jepang salah satu peserta arisan.

Meski tidak sepopuler Rin Sakuragi atau Miyabi, perempuan kelahiran Tokyo, Jepang pada 15 Desember 1987 itu merupakan salah satu pendatang baru JAV Idol yang tengah naik daun. Hingga saat ini, Erika sudah merilis sebelas judul film porno.

erika kirihara

Erika yang jatuh cinta dengan keindahan Pulau Dewata itu tidak hanya populer sebagai JAV Idol. Perempuan berzodiak Sagitarius tersebut juga membintangi beberapa serial komedi di stasiun nasional Jepang.

Yang menarik adalah justru Erika Kirihara siap untuk meninggalkan dunia pornografi. Erika ingin serius mengasah kemampuan aktingnya di film komedi, Wah insaf nih :P

"Saya sudah tidak mau main film (porno) itu lagi. Saya mau serius di film komedi terus," ujar perempuan yang kini berusia 22 tahun itu saat bincang-bincang dengan detikhot


Erika pun mengaku dirinya sudah merasa nyaman untuk tampil di film komedi. Ia pun enggan untuk mengikuti jejak Rin Sakuragi, bintang film porno Jepang yang sudah lebih dulu eksis di industri film horor Indonesia.

"Enggak ah, film komedi lebih menyenangkan," tutur perempuan yang memiliki tinggi badan 168 sentimeter itu.

Ritual Seks dan Pesugihan Gunung Kemukus

Entah benar atau tidak berita/ cerita tentang adanya Ritual Seks dan Pesugihan di Gunung Kemukus ini yang pasti yang namanya seks dengan bukan pasangan sah adalah tidak benar menurut ajaran agama manapun apapun itu alasannya, terlebih untuk pesugihan wah dosanya dobel, udah musyrik zina lagi :P

Dikutip dari liputan6.com berikut berita Ritual Seks dan Pesugihan Gunung Kemukus.

Ritual Seks gunung kemukusGunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Kawasan itu dikenal bukan karena keindahan alamnya. Ratusan bahkan ribuan dari berbagai kota datang ke sana hanya untuk berziarah dan ritual pesugihan. Pelaksanaan ritual sebenarnya bisa dilaksanakan setiap hari. Namun, terdapat hari-hari tertentu yang dipercaya membawa berkah tersendiri. Misalnya, saat malam Jumat Pon dan malam Satu Suro.

Lokasi utama yang dituju para peziarah adalah makam Pangeran Samudro dan para pengawalnya. Konon, Pangeran Samudro adalah seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit. Tapi ada pula yang menyebut dia dari zaman Pajang. Dia jatuh cinta kepada ibu tirinya, Dewi Ontrowulan. Ayahnya yang mengetahui hubungan anak-ibu itu menjadi murka. Pangeran Samudro lantas diusir. Dalam kenastapaannya, dia mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana. Akhirnya ia sampai ke Gunung
Kemukus.

Tak lama kemudian, sang ibu menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Namun nahas, sebelum sempat berhubungan badan, penduduk sekitar memergokinya. Keduanya dirajam beramai-ramai hingga akhirnya tewas. Keduanya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat di gunung itu. Tapi menurut cerita, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan. Ia berujar,"siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya".

Ada pula yang meyakini kuburan itu adalah milik Syeikh Siti Djenar. Dia dihukum para wali karena dianggap menyebarkan ajaran sesat. "Dia dieksekusi di situ," kata KRHT Kresno Handayaningrat, tokoh budaya setempat.

Memang, tak ada catatan sejarah mengenai sosok Pangeran Samudro. Namun, mitos telah telanjur berkembang. Orang yang mengunjungi makam Sang Pangeran dipercaya memperoleh berkah, berupa jabatan dan harta kekayaan.

Tentu saja menjalankan ritual pesugihan di tempat itu adalah hak masing-masing peziarah. Sayangnya, ritual itu kemudian berkembang dengan bumbu seks bebas yang dilakoni sebagian peziarah. Lagi-lagi kegiatan menyimpang tersebut dipengaruhi mitos. Pangeran Samudero juga berbuat yang sama dengan ibu tirinya di sana.

Nanti malam adalah malam Jumat Pon. Para peziarah mulai bersiap untuk melakukan ritual pesugihan di Makam Pangeran Samudro. Sebelum memasuki arel makam, para peziarah harus mengunjungi Sendang Ontrowulan dan Sendang Taruno. Di sana, mereka membersihkan diri, seperti yang dilakukan Dewi Ontrowulan ketika akan menemui Pangeran Samudro.

Jika pembersihan diri telah dilaksanakan, para penziarah menemui kuncen Sendang. Mereka meminta restu dan mengutarakan permintaan sebelum mendatangi makam. Saat itu, sebagian peziarah membawa pasangan di luar nikah. Kelak, beberapa pasangan dadakan tersebut akan berhubungan seks yang dipercaya sebagai prasyarat ritual.

Lain lagi menurut Hasto Pratomo, juru kunci atau kuncen senior makam. "Tidak ada syarat tertentu hanya bawa bunga. Dengan panduan juru kunci kita berdoa. Tawassul atau tahlil supaya dapat barokah," kata dia.

Kini, tiba saatnya bagi para peziarah untuk melaksanakan ritual di makam Pangeran Samudro. Tidak ada panduan resmi, bagaimana ritual harus dilakukan. Yang jelas, para peziarah harus menyampaikan maksud kedatangan dan mengutarakan permintaan yang diinginkan. Tentu saja, tidak semua peziarah melakukan seks bebas usai melakukan ritual di makam Sang Pangeran. Namun, tak sedikit di antara mereka melakukan hal itu.

Bagi peziarah yang percaya harus melakukan seks bebas di sekitar komplek makam, tersedia kamar-kamar yang disewakan. Jika kebetulan tidak mempunyai pasangan dadakan, para penyedia jasa penyewaan kamar juga menyediakan wanita teman kencan. "Awalnya malu, tapi kalau dua kali tiga kali sudah biasa dan seperti suami isteri," Miswan, seorang peziarah.

Mitos tentang seks bebas sebagai prasyarat pesugihan di Gunung Kemukus akhirnya menyuburkan prostitusi. Para pekerja seks komersial menjadi teman kencan bagi para penziarah yang tidak mempunyai pasangan. Tak ada yang melarang aktivitas seks atau sekedar minum minuman keras dan berjudi di sana. "Meski ada plang larangan judi, asusila, dan minum, buktinya tidak apa-apa," kata Wuni, seorang PSK.

Masyarakat di sana juga tidak merasa terganggu. Apalagi, mereka mendapatkan uang dari aktivitas itu. "Pendapatan masyarakat dari sewa, jual makanan. Masalah gituan tidak ada masalah," ujar Dharmanto, kepala Dusun Kemukus.

Prostitusi sebagai dampak mitos ritual seks bebas di Gunung Kemukus sebenarnya telah disadari pemerintah dan kepolisian Sragen. Namun, sejauh ini kedua instansi tak berdaya karena keuntungan ekonomis dari kegiatan tersebut telah menjadi sumber pendapatan warga sekitar.

Meski demikian, bukan berarti aktivitas itu dibiarkan. "Kita tidak mungkin melakukan secara frontal, harus ada pembelajaran yang manusiawi dengan mengangkat kesejahteraan warga," tutur Kepala Kepolisian Sragen Ajun Komisaris Besar Polisi Charles Ngili.

Twitter Marsha Saphira SMA Bakti Mulya 400

Status Twitter Marsha Saphira siswi SMA Bakti Mulya 400 jadi hot topik hari ini setelah foto mesum Qomariyah Ponco yang menggegerkan Facebook. Twitter Marsha Saphira berisi ejekan terhadap mereka yang bersekolah di sekolah negeri: "Sorry ya gw sekolahnya di sekolah swasta bukan dinegri2 yg kampung2” tullisnya. Di kali lain, dia membanggakan sekolahnya. ”Gak mampu kan elu masuk sini?”

Awalnya, dia mengejek seorang pemilik akun karena memposting status berbahasa Inggris. Berikutnya, Marsha makin galak. Tak ayal, saling ejek ini segera makin marak. Ratusan pemilik akun lain ikutan nimbrung. Sebagian besar mereka menghajar Marsha. @iqbibal misalnya menulis: ”Ini anak siapa sih? Anak presiden saja gak begitu”. Tapi yang membela pun ada. ”Gue sih dukung @marshaaaw abis,” kata @jengade, salah satu pemilik akun lain.

Twitter Marsha Saphira

Twitter Marsha Saphira
Twitter Marsha Saphira

Marsha tahu persis rumus untuk ngetop di dunia Twitter ini. Sembilan jam lalu, dia menulis begini: " Hahah paling bentar lagi gw jd trending topic.haahahahahaha..".

Boleh jadi, si Marsha ini memang pintar membuat topik kontroversial sehingga komentar pun mengalir. Dia pun dengan pintar membuat akunnya populer karena banyak yang mendaftar untuk menjadi follower. Sampai berita ini ditulis, Marsha sudah memiliki 3.500 lebih pengikut, dan terus bertambah setiap detik. Angka itu saja sudah tergolong luar biasa untuk seorang ABG "biasa-biasa saja".

Foto Mesum Qomariyah - Ponco di Facebook

Foto mesum Qomariyah - Ponco di Facebook menggegerkan jagat internet (Facebooker) dan masyarakat khususnya pekalongan. Betapa tidak yang melakukan itu merupakan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Jawa Tengah. Di album foto akun tersebut, terdapat 22 foto seronok/ mesum Qomariyah dan Ponco. Sebagian besar foto-foto itu memuat gambar Qomariyah hanya mengenakan pakaian dalam. Beberapa lainnya, lebih vulgar lagi.

Di album itu juga terdapat 2 foto Qomariyah yang sedang berdekapan mesra dengan Ponco. Di salah satu foto, keduanya tampak berpakaian lengkap. Namun di foto lainnya, mereka tampak berbusana minim. Pada bagian motto tertera kalimat "Kemesraan modal awal membangun komitmen bersama untuk menjadi Bupati dan Wakil....berikut hobi menyalurkan birahi di hari valentine".

"Saya sangat kaget karena foto tersebut sangat jelas. Warga Pekalongan tentu kenal siapa mereka (Qomariyah dan Ponco)," ujar Nuryanto (35), warga Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kamis (18/2/2010).

"Sungguh memalukan nama PEKALONGAN.. Gak pantes jadi seorang kepala dan wakil kepala daerah.. GIMANA anak buahnya kalo begitu??? DUNIA UDAH MAU KIAMAT.," tulis seorang facebooker bernama Edittyo Prasojo.

"Luar biasa...kok bisa kepilih ya, siapa yang milih dia ini jadi bupati itu yang lebih salah....tubuhnya aja diobral apalagi nanti Pekalongan juga bisa dijual...," ujar facebooker lain bernama Agus Suwondo.

Beberapa facebooker lain mengungkap komentar bernada lucu."yg kayak beginian sih 50rebu jg dapet kembalian.......pasti boong nih..masa BUPATI....najiiiiisssssssss," ujar facebooker bernama Fathur TheOnly Zee.


Begitulah beberapa komentar di akun facebook Komariyah Ponco. Belum bisa dipastikan siapakah pembuat akun facebook tersebut. Bukan tidak mungkin, akun tersebut sengaja dibuat untuk menyudutkan Qomariyah maupun Ponco. Qomariyah dan Ponco belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Nomor telepon selular keduanya saat dihubungi tidak aktif.

peredaran foto-foto 'panas' keduanya bukan sesuatu yang baru. Hal serupa pernah terjadi pada tahun 2006 lalu, tepatnya menjelang pelaksanaan Pilkada Pekalongan. Saat itu Qomariyah dan Ponco merupakan salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

Tapi kisah perselingkuhan tersebut tidak menjadi batu sandungan bagi keduanya untuk meraih posisi tertinggi di Kabupaten Pekalongan. Pasangan yang diusung PKB dan Partai Golkar ini tetap memenang pilkada dengan memperoleh 227.137 suara atau 52,23 persen. Dan setelah resmi menjadi bupati dan wakil bupati, keduanya juga tidak bercerai dengan pasangannya masing-masing.

Tertarik untuk ikut komen foto mesum Qomariyah Ponco kunjungi link di bawah :)
http://www.facebook.com/album.php?page=1&aid=2461&id=100000717051075

Camelbackdisplays.com for your Product Exhibition

When you want to sell products what steps you do? Maybe some will agree with me that we must do an effective campaign, one thing is to do a presentation and exhibition for the client. to perform these activities, necessary facilities and equipment appropriate.

This is essential since you can directly show your company’s products to the potential customers. Further, the customers can see the real products and see the quality of your products. One thing that you should remember in having products exhibition is that you need to make your stand display as interesting as possible. An attractive display will attract more customers to come to your stand and take a look at your products.

Before joining the trade show exhibition, you need to have good preparation. The equipment in the exhibition is the most important part since the visitors will see the outlook of the stand before entering your stand and see the products offered.

You are looking for the exhibit booths, you can go to CamelbackDisplay.com. Camelback Display is a one stop shop for trade show booths, trade show displays, and trade show exhibits. This company has been selling the trade show booths for about 10 years.

you will find large collection of truss for the display and décor in the exhibition. Furthermore, for the trade show flooring, you can use logo floor mats with your company’s logo to direct people to your stand. So, what are you waiting for? Just go to the site to get the most of your trade show exhibition.

RUU Nikah Siri Melindungi Perempuan?

RUU Nikah Siri atau Rancangan undang-undang tentang kawin siri adalah untuk melindungi perempuan dan mewibawakan perkawinan. Hal ini dikemukakan Kementerian Agama (Kemenag) yang meminta RUU tentang Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan yang membahas pernikahan tanpa dokumen resmi, diatur.

"RUU itu untuk mewibawakan perkawinan. Perkawinan itu kan dalam Islam merupakan hal yang suci," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag Nasaruddin Umar kepada detikcom , Selasa (16/2/2010).

Menurut Nasaruddin, alasan lainnya Kemenpag meminta RUU tentang nikah siri, kawin kontrak dan pernikahan tanpa dokumen lainnya itu diatur, yakni tingginya angka perceraian setiap tahunnya.

Selalu ada pro kontra dan reaksi negatif mengenai RUU Nikah Siri ini mulai bermunculan diantaranya di Probolinggo, Jawa Timur, sekitar 3.000 ribu santri perempuan dan warga sekitar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Probolinggo, berunjuk rasa menolak RUU kawin siri karena dianggap melanggar ketentuan agama.

Rancangan undang-undang tentang kawin siri dianggap melecehkan Islam. Alasannya dengan RUU tersebut otomatis menganggap kawin siri adalah bentuk perzinahan dan bisa dipidanakan. Padahal dalam Islam menganggap kawin siri adalah sah. Jika RUU itu disahkan menjadi undang-undang maka pemerintah dianggap menantang umat Islam. Mereka pun mengancam berdemonstrasi lebih besar jika pemerintah tetap pada keputusannya.


Nikah Siri Adalah Masalah Perdata

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Arwani Faishal mengingatkan
RUU Nikah Siri bahwa pernikahan adalah masalah perdata. Karena itu akan menjadi kezaliman pemerintah jika memenjarakan pelakunya. Dia kemudian membandingkan dengan pelaku kumpul kebo yang jelas-jelas bertentangan dengan agama mana pun, tapi tidak pernah dikenai sangsi pidana oleh negara.

"Lho, orang-orang yang menjalankan ajaran agama justru diancam dengan hukuman penjara? Jika ini terjadi justru negara malah bertindak zalim,"kata Arwani. Menurutnya, pernikahan siri atau pernikahan yang tidak didaftarkan secara administratif kepada negara adalah perkara perdata yang tidak tepat jika diancam dengan hukuman penjara. Bahkan sanksi material (denda) juga tetap memiliki dampak sangat buruk bagi masyarakat.

"Bila mengenakan denda dalam jumlah tertentu untuk orangorang yang melakukan nikah siri, tentu hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan. Bukan masalah bagi mereka yang punya uang banyak. Namun tidak adil bagi mereka yang secara ekonomi hidupnya pas-pasan,"kata Arwani. Dalam pandangannya, nikah siri memiliki berbagai dampak positif (maslahah) dan dampak negatif (mafsadah) yang sama-sama besar.

Jika dilegalkan, akan sangat rawan disalahgunakan dan jika tidak diakui akan bertentangan dengan syariat Islam. "Untuk itu dampak negatif dan positif pernikahan siri harus dikaji dan disikapi bersama,"katanya.

Selly Yustiawati Penipu di Facebook

Ada yang tau nama Selly Yustiawati sebelumnya? Dia ini bukan artis atau model loh apalagi anak pejabat :P, Selly Yustiawati adalah cewek penipu di Facebook!! Selly Yustiawati yang cantik ini meramaikan dunia maya atas penipuan yang dilakukannya. Selly yang selalu lolos sejak 2006 ini memakai Facebook untuk mencari mangsa baru. Diduga, sudah ratusan juta berhasil dikeruknya. Jadi harap anda berhati-hati kalau suatu ketika tanpa sengaja berhubungan dengannya.



Pada awalnya, Selly selalu keluar masuk sebuah perusahaan. Targetnya adalah para karyawan dengan modus menawarkan bisnis pulsa murah atau butuh uang karena kepepet. Dengan bujuk rayu dan wajah cantik, korban pun berjatuhan.

Sejak menipu karyawan Hotel Gran Mahakam dan Kompas Gramedia pada 2009, belum ketahuan lagi perusahaan lain yang ditipu Selly. Korban baru yang berjatuhan malah melalui jaringan pertemanan Facebook.

Seperti dikisahkan NB, keluarga mereka ditipu Rp 4,6 juta. Tidak besar
memang, namun mengingat pelaku adalah Selly, kemungkinan masih banyak lagi keluarga lain yang ditipu dengan cara yang sama. Keluarga NB kenal dengan Selly lewat Facebook.

"Dia mengaku namanya Eyy, kenalan adik kami dari Facebook. Dia main ke rumah dan mengaku sebagai wartawati Kompas. Karena dia sopan, kami percaya saja," kata NB saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2010).

Selly memakai ransel dengan logo Kompas, sehingga mereka percaya Selly wartawan sungguhan. Selly alias Eyy sangat ramah dan mempesona. Ketika dia
menawarkan bisnis pulsa murah, semua orang tertarik. Selly pun menawarkan Blackberry dengan harga miring. Setelah mempengaruhi para korban, Selly pun meminta mereka mentransfer uang ke Bank Mandiri.

"Setelah kita transfer uang, ada yang menelepon entah siapa. Dia mengatakan
hati-hati dengan Selly dia penipu. Dia lagi dicari polisi," kata NB lagi. NB lalu mengecek nama Selly di situs pencarian. Lalu terungkaplah sepak terjang Selly sebagai penipu kawakan. Namun terlambat, uang sudah dikirimkan. Ponsel Selly tidak bisa dihubungi.

Saat dicari dalam jejaring Facebook, dia menghapus dirinya dari semua jaringan pertemanan terkait dengan keluarga NB. Seperti dikatakan AT, adik NB, Selly lalu melenyapkan diri dari Facebook untuk menutup jejaknya.

"Semua teman yang kenal di-remove, mungkin dia ganti nama. Di Facebook dia
nggak pernah pakai nama asli. Dia pakai nama seperti Panggil Aku Eyy, Aksel
Namaku dan Wanita di Titik Nol," kata AT.

Source:Detik.com

Film Arisan Brondong Trailer, Sinopsis

Di Film Arisan Brondong yang trailer nya sudah beredar, Bella Saphira berani tampil sexy dengan pakai bikini, katanya Bella emang dibayar mahal untuk main film Arisan Brondong ini. Hmm.. Jadi bertambah deh daftar artis yang mau berbiki ria demi uang, kemeren kan Andi Soraya dan Tamara Blezynski juga gitu :P

“Aku nggak memungkiri di film ini aku dibayar tinggi. Dan mungkin itu menjadi salah satu alasannya,” terang Bella yang ditemui di acara premier film Arisan Brondong di Plasa FX, Sudirman,

Namun Bella menegaskan kalau ia mau tampil seksi bukan semata karena uang. Ia mau mengerima berbikini dan memakai lingerie karena sesuai setting film. Bella memakai lingerie saat ia tampil di kamar tidur. Sedangkan saat berkini karena settingnya di kolam renang.

“Aku sempat nggak pede (percaya diri) karena sudah lama nggak nge-gym. Takut malah nggak enak dilihat,” tutur mantan kekasih Adjie Massaid ini.

Lalu berapa bayaranmu Bella? “Wah, kalau soal itu rahasia deh. Pokoknya lumayan gede,” elaknya.


Seperti apa trailer Film Arisan Brondong, lihat aja dibawah ni



Sinopsis Film Arisan Brondong

Gara-gara gengsi kalah bersaing dengan Misye yang memamerkan brondong terbarunya di acara arisan, Lolita, ibu-ibu socialite, mengajak teman-teman arisannya untuk membuat arisan yang melelang brondong supaya tidak ketinggalan mode. Mulailah Lolita, Jeung Uut dan Anis melakukan perburuan mencari brondong kualitas terbaik yang bisa dipamerkan ke Misye. Namun ternyata mencari brondong bermutu tidaklah mudah. Sampai suatu hari Rian, 18 thn, yang gara-gara kerepotan punya pacar Tika yang anak orang kaya mencari kerja sambilan kiri kanan. Melihat kegantengan dan kepolosan Rian, Lolita pun melakukan blackmail ke Rian, supaya mau menjadi brondong di arisan mereka. Takut dilaporkan ke polisi, Rian pun akhirnya setuju. Arisan Lolita menjadi ramai, ditambah dengan ikutnya Heidi, bule asal California dan Nana, wanita Jepang yang ternyata punya koneksi Yakuza.

Teman-teman kos Rian, Bagus dan Jaja mulai curiga dengan penampilan Rian yang mulai berubah. Begitu mereka tahu Rian ternyata sekarang menjadi brondong tante-tante kaya, bukannya mencemooh, mereka malah ingin ikutan. Bagus yang umurnya sebetulnya sudah 25, cintanya selalu ditolak oleh cewek-cewek seumuran. Sedangkan Jaja, dari kecil memang mengidap oedipus complex. Namun ternyata menjadi brondong tidak seindah khayalan mereka, apalagi karena mereka bertiga masih sangat amatiran dan naif, musti berhadapan dengan tante-tante yang punya keinginan macam-macam. Walaupun menjadi brondong, Rian berusaha supaya tetap setia dengan Tika, walaupun Tika mulai curiga dengan tingkah laku Rian yang aneh belakangan ini, kalau Rian pasti punya selingkuhan.

Apakah arisan brondong berhasil membuat Lolita dan teman-temannya membuat Misye mati kutu? Dan bisakah Rian terus menyembunyikan rahasianya dari Tika?

VIDEO TRAILER ARISAN BRONDONG, KLIK DI SINI!!

Jenis Film : Comedy – Dewasa
Produser : Ody Mulya Hidayat
Produksi : Maxima Pictures
Homepage : http://www.arisanbrondong.com
Pemain : Bella Saphira
Heather Storm
Randi Fadillah
Ferly Putra
Sutradara : Helfi Kardit

Source:http://21cineplex.com/

XP Mobile 8500 - Harga, Spesifikasi XP Mobile 8500

XP Mobile 8500 resmi diluncurkan sebagai produk ketiga dari XP Mobile setelah memiliki dua portofolio. XP 8500 sendiri merupakan ponsel dual GSM di frekuensi 900/1800 Mhz bernavigasi trackpad dan berdesain menyerupai BlackBerry Onyx.

Untuk Spesifikasi XP 8500 di lengkapi dengan berbagai macam fitur yang memungkinkan untuk support situs jejaring Facebook, MSN, Opera Mini, Chatting Application, Twitter dan JAVA. Selain itu XP8500 ini dilengkapi dengan Bluetooth & FM Radio. Dibanderol dengan harga Rp 699 ribu, XP Mobile 8500 akan bersaing dengan Elzio I 1 U yang juga baru resmi dilaunching minggu lalu.

XP Mobile 8500

Spesifikasi Lengkap XP Mobile 8500 + Harga

Display: TFT 262,144 colors, QVGA (320×240 pixel)
Network: Dualband GSM (900/1800 MHz) & Dual On GSM
Transfer data: GPRS
Connectivity: Bluetooth support A2DP, data cable
External memory: microSD
Messaging: SMS, MMS
Browser: WAP, Opera Mini
Camera: Yes, Video recording
Others: Chatting application, Calculator, Calendar, Speakerphone, Alarm, Converter, Game, Polyphonic (MP3), Audio/video player, radio FM, Audio recorder, full QWERTY keyboard, Trackpad navigation, Java, facebook, Twitter, MSN,
Battery: Lithium ion

Harga : Rp,699.000

Brilliant Legacy Episode 25, 26, 27, 28

Ada bocoran sinopsis nih buat Brilliant Legacy episode 25, 26, 27 dan 28. Wow asyik donk bisa baca empat episode Brilliant Legacy sekaligus. Bocoran ini aku dapet dari blog Hime no Sarange punya mbak Putri Fitrianda, duh maap ya mbak sinopsis brilliant Legacy nya aku repost soalnya aku suka banget sama drama yang satu ni, hohoho..
-----------------------------------------------------------------------
Sinopsis Brilliant Legacy Episode 25

Rapat ke-5 pemegang saham perusahaan Jin Sung.
Suasana di ruang pertemuan itu sangat tegang. Jun Se berjalan memasuki ruangan. Ia memberi hormat pada semua peserta rapat dan duduk di tempat duduknya. Nenek Jang Sook Ja terlihat khawatir sekaligus marah. Ia mengepalkan tangannya di pangkuannya. Park Tae Soo tersenyum menang.

Eun Sung melihat Hwan datang. "Berapa yang kau dapat?" tanyanya, berharap.
Hwan menjawab, "Dua puluh tujuh."
Eun Sung tersenyum lega. "Jadi totalnya sudah 938!" serunya senang.
Hwan: Apa kita terlambat?
Eun Sung: Voting seharusnya belum dimulai. Ayo, cepat!
Hwan dan Eun Sung naik lift menuju ruang pertemuan.

Di ruang pertemuan, voting akan dimulai. Tiba-tiba pintu terbuka. "Tunggu sebentar!" seru Hwan, membuat semua peserta di ruangan itu menoleh. "Kami adalah perwakilan dari para karyawan Jin Sung. Tolong beri kami sedikit waktu." ujar Hwan. Ia meneruskan, "Aku memiliki petisi dari 900+ karyawan Jin Sung dan tanda tangan dari 135 pemegang saham."
Para peserta rapat bingung sejenak. Park Tae Soo mengisyaratkan agar voting segera dimulai. Namun salah seorang peserta berkeberatan. "Mereka adalah wakil dari karyawan kita, lebih baik kita dengarkan dulu apa yang mau mereka sampaikan." katanya.
Peserta yang lain menyetujui. "Ayo dengarkan! Dengarkan! Ayo kita dengarkan!"
Pemimpin rapat mengangguk tanda setuju.
Hwan dan Eun Sung maju ke depan. Eun Sung menyerahkan berkas pada Hwan.
"938 karyawan, lebih dari 80% pekerja Jin Sung bersedia menolong perusahaan kita dari masalah keuangan." Hwan mulai menjelaskan. "Mereka telah menyetujui secara tertulis bahwa 30% dari gaji mereka akan dipotong selama 6 bulan."
Para peserta rapat saling bertukar pandang.
Hwan melanjutkan, "Ini adalah pernyataan penolakan untuk memberhentikan Presiden. Ini mungkin tidak berarti banyak, tapi ini adalah suara hati dari 135 karyawan."
Eun Sung terkejut melihat Jun Se ada di ruangan itu. Jun Se mengelak dari pandangan Eun Sung.
Hwan: Beberapa karyawan bahkan menunda pernikahan mereka atau mengorbankan uang pensiun mereka. Tolong pertimbangkan suara hati karyawan kita dan pikirkan kembali keputusan kalian untuk memberhentikan Presiden Jang. Presiden Jang adalah presiden yang diinginkan dan dicintai oleh para karyawan. Aku mohon pada kalian.
Para peserta rapat terdiam. Park Tae Soo berteriak, "Ayo kita mulai voting!"
Para peserta rapat memulai voting. Jun Se memandang ayahnya, ragu. Jun Se melihat kertas votingnya yang sudah di-checklist, tanda persetujuan. Ia memandang Eun Sung. Eun Sung melihatnya dengan pandangan cemas. Jun Se terdiam, kemudian meremas kertas voting itu.

Pyo Sung Chul menunggu di luar dengan cemas. Tiba-tiba para peserta rapat keluar. Seluruh peserta membungkuk. "Selamat, Presiden!" seru mereka.
Nenek Jang: Semuanya, terima kasih! Terima kasih!
Pyo Sung Chul: Presiden, selamat!
Nenek Jang berseru senang, "Iya!" lalu berpaling pada Hwan dan Eun Sung. "Kalian berdua menyelamatkan aku!"

Park Tae Soo berteriak marah seraya menggebrak meja, "Bagaimana ini bisa terjadi?!" Ia menatap Jun Se, "Teganya kau menusuk ayahmu dari belakang dan mengkhianati ayahmu sendiri?!"
Jun Se hanya terdiam. Ia menunduk dan berbisik, "Maafkan aku, Ayah."
Tae Soo menarik kerah baju Jun Se. "Karena seorang gadis, kau mengkhianati ayahmu sendiri!"
Jun Se: Ini bukan karena Eun Sung. Aku malu. Saat aku melihat Hwan dan Eun Sung, aku merasa malu. Walaupun aku merasa aku tidak bisa mengkhianati ayah atau melihat ayah hancur, tapi saat itu aku tahu... bahwa aku.. akan menjadi seseorang yang memalukan seumur hidupku. Aku tidak bisa hidup seperti itu, Ayah.
Tae So: Kau sudah membunuh ayahmu sendiri!
Jun Se menatap ayahnya, sedih, dan berteriak, "Ayah, aku menyelamatkanmu!"
Tae So: Apa?!
Jun Se: Mencampakkan banyak orang yang mencintai nenek... kau sendirilah yang membuat dirimu jatuh, Ayah!

Eun Sung cemas memikirkan Jun Se dan Hwan menyadari kecemasannya. Ketika Nenek Jang dan Hwan sudah pergi, Eun Sung kembali ke ruang pertemuan. Namun ruangan itu sudah gelap dan tidak ada satu orang pun di sana. Ia mencoba menelepon Jun Se, namun ponsel Jun Se tidak aktif.

Para karyawan diberi tahu bahwa Presiden Jang tidak akan berhenti. Mereka senang mendengarnya, hanya Seung Mi yang terlihat sangat terkejut dan tidak senang. Ia langsung menelepon ibunya. Sung Hee mencoba menelepon Tae So, namun ponsel Tae Soo tidak aktif.

Nenek Jang sampai di rumah dan mengobrol bersama Hwan, Jung dan Young Ran. Mereka lega karena Nenek Jang tidak jadi diberhentikan dari jabatan Presiden.
Young Ran: Hwan yang menyelamatkanmu, kan Ibu? Hwan, bagaimana caramu meyakinkan semua karyawan?
Hwan: Aku tidak melakukannya sendiri. Para karyawan cabang kedua dan Go Eun Sung yang punya ide. Semuanya melakukan ini bersama-sama.
Nenek Jang: Para karyawan memberikan hati mereka, Hwan dan Eun Sung yang menyatukannya. Hwan dan Eun Sung sudah melakukan sesuatu yang hebat.
Young Ran: Eun Sung takut tidak bisa menguasai perusahaan, karena itu ia berusaha keras!
Hwan langsung membantah, "Bukan seperti itu!"
Jung menatap Hwan bingung."Kak, kenapa kau berteriak untuk membela Eun Sung?"
Young Ran sadar dan ikut bertanya, "Benar. Memangnya Eun Sung siapamu?"
Hwan: Apa?
Jung: Bukan itu kan?
Young Ran: Tidak mungkin!
Hwan menjadi salah tingkah dan beranjak dari duduknya. "Nenek, aku keluar dulu sebentar."
Young Ran: Kemana?
Hwan: Aku mau berterima kasih pada para karyawan cabang kedua. Aku pergi.

Hwan mencoba menelepon Eun Sung, tapi Eun Sung tidak mengangkat teleponnya. Hwan pergi ke cabang kedua dan berterima kasih pada manajer Lee. Manajer Lee membalas, "Kami melakukannya untuk Presiden kami, bukan untuk neneknya Sun Woo Hwan. Tidak ada alasan bagiku untuk menerima ucapan terima kasihmu."
Hwan tersenyum, "Manajer, apa kau tahu kalau kau tidak perlu berkata tajam kadang-kadang?
Manajer Lee: Ini adalah daya tarikku. Istriku yang bilang.
Hwan tertawa. Soo Jae mendatangi Hwan dan bertanya dimana supervisor. Hwan bingung, "Memangnya dia tidak kemari?"
Soo Jae: Bukankah kalian bersama?
Eun Sung ternyata berada di restoran Jun Se. Ia bertanya pada Hye Ri, "Ini pasti berat bagi kak Jun Se, kan?"
Hye Ri menanggapi, "Apa kau perlu bertanya? Dia menusuk ayahnya sendiri."
Eun Sung: Ekspresi kakak saat di ruang pertemuan... Aku tidak bisa lupa.
Hye Ri memarahi Eun Sung karena tega kepada Jun Se. Eun Sung tega menolak Jun Se karena laki-laki itu (Hwan). Eun Sung mengelak, "Itu demi kebaikan kak Jun Se sendiri, bukan karena dia.". Hye Ri kemudian keceplosan menceritakan bahwa Jun Se-lah yang membantunya mendapatkan rumah. Eun Sung terkejut, "Apa?!"

Sung Hee mendatangi Tae Soo yang sedang minum-minum di bar. "Apa yang terjadi?" tanyanya. Tae Soo menceritakan bahwa Jun Se melepaskan hak suaranya.
Sung Hee: Lalu apa yang akan terjadi sekarang?
Tae Soo: Sung Hee, kau tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini. Aku akan menanggung hukumannya sendiri. Jangan khawatir.

Jun Se bertemu dengan Seung Mi. Jun Se menuangkan minum untuknya dan berkata, "Seung Mi, kejadian ketika kau mengancamku dengan laporan ayahku... Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun.
Seung Mi berkata cemas, "Kau tidak akan mengatakannya pada siapapun, kan?"
Jun Se: Tidak.
Seung Mi: Kenapa kau tidak mengatakannya tadi? Apa karena kau takut aku akan menyerahkannya pada polisi? Apa karena jika Kak Hwan tahu, ia akan memberi tahu Eun Sung?
Jun Se: Kau salah. Tidak ada gunanya berkata apapun. Seung Mi, kau tidak akan melepas dokumen itu dan hati Hwan sudah menjadi milik Eun Sung. Untuk apa aku lebih mempermalukanmu? Apa kau masih bisa bernafas dengan normal? Sebelum kau kehilangan nafasmu, mengapa tidak kau lepaskan saja semua?
Seung Mi: Tentang apa?
Jun Se: Tetap bersikap keras kepala adalah tindakan bodoh. Kau hanya akan menyesalinya.
Seung Mi menangis. "Menyesal... adalah saat kau punya pilihan. Itulah yang akan kau katakan jika kau membuat pilihan yang salah. Jun Se, aku tahu kau berpikir aku bodoh. Aku tahu Eun Sung menganggap aku orang yang menakutkan. Kak Hwan pasti sangat kecewa padaku. Tidak... Dia sudah jauh dariku.. Aku cemas.. dan takut. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana aku bisa melepaskan semua jika itu bukan sesuatu yang bisa dikatakan? Aku akan tetap seperti ini, tidak melakukan apa-apa. Aku tidak bisa menelepon Kak Hwan ketika aku merindukannya. Aku juga tidak bisa menemuinya. Pasti sangat bagus bila besok aku tidak perlu bangun. Ketika aku bangun, hal pertama yang aku pikirkan adalah.. Kak Hwan.
Eun Sung memikirkan Jun Se. Ia teringat saat-saat bersama Jun Se. Jun Se selalu membantunya saat ia kesulitan. Jun Se selalu ada saat Eun Sung membutuhkannya.
Keesokkan paginya, Jun Se datang ke rumah Nenek Jang untuk minta maaf.
Jun Se: Maafkan aku.
Nenek Jang: Tidak perlu. Membuat keputusan sulit seperti kemarin, aku berterima kasih. Aku tidak bisa membayangkan air mata yang kau teteskan ketika berdiri di persimpangan itu.
Jun Se: Tolong maafkan ayahku, Nek. Walaupun ia bertentangan denganmu, tapi baginya Jin Sung adalah segalanya. Karena itu ia melakukan kesalahan. Tolong izinkan ayahku untuk meninggalkan perusahaan dengan tenang.
Nenek Jang: Park Tae Soo, putramu telah tumbuh dengan sangat baik.

Park Tae Soo sudah menyiapkan surat pengunduran diri dan menyerahkannya pada President Jang. Presiden Jang berkata Jun Se sudah meminta maaf padanya atas nama Tae Soo. Ia meminta Tae Soo mengembalikan uang perusahaan. Ia menyuruh Tae So pergi.

Hwan datang ke restoran dan mencari Eun Sung. Eun Sung tidak terlihat dimana-mana. Ternyata Eun Sung ada di balkon, sedang menelepon Hye Ri. Hwan menyusulnya. Ia mendengar Eun Sung berkata di telepon, "Kak Jun Se tidak bekerja lagi? Keluar lagi? Kemana? Tidak ada yang tahu dia kemana?"
Hwan: Kak Jun Se tidak apa-apa, jangan khawatir.
Eun Sung menoleh.
Hwan: Ia datang ke rumah tadi pagi.
Eun Sung: Dia datang ke rumah tadi pagi? (Eun Sung lalu menutup telepon) Untuk apa kak Jun Se ke rumahmu? Apa ia datang untuk memohon untuk ayahnya?
Hwan: Benar.
Eun Sung hampir menangis: Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?
Hwan: Dia baik-baik saja.
Eun Sung: Nenek dan keluargamu.. Apa mereka memarahinya?
Hwan terlihat kesal karena Eun Sung sangat mencemaskan Jun Se. "Kau menangis?" serunya pada Eun Sung. "Kau menganggapnya apa sampai kau harus menangis untuknya? Apa dia seseorang yang penting untukmu?"
Eun Sung menghapus air matanya. "Jika dia membuat ayahnya dipenjara, itu pasti sangat berat untuknya."
Hwan: Jika itu berat untuknya, seharusnya Jun Se yang menangis. Kenapa kau menangis? Jangan menangis! Jangan menangis untuk Jun Se di depanku!
Eun Sung: Aku menangis karena hatiku sakit! Jadi kau ingin tahu orang seperti apa dia untukku? Diam-diam dia menyewakan aku rumah, dia membantuku pindah, membuatkan makanan untukku. Ia membuat selebaran untuk Eun Woo dan membantuku menyebarkan selebaran itu. Jika aku sakit, diam-diam dia mengantarkan susu dan memasak untukku. Dia mau mendengarkanku saat aku butuh. Dia selalu ada untukku setiap saat. Ketika semua hal menjadi terlalu melelahkan, dialah yang selalu membantuku tanpa mengeluh. Seseorang seperti dia pada situasi seperti ini... Bagaimana hatiku tidak sakit?
Hwan menjadi murung: Jadi begitu... Dia sangat penting? Nenek ingin kau menemuinya setelah selesai bekerja.
Hwan berjalan pergi. Eun Sung hendak mengejarnya, tapi tidak jadi.
Hwan berhenti berjalan di tangga dan berpikir. "Pindah, selebaran, bahkan mengantar susu? Kenapa dia melakukan banyak hal?" ujarnya pada dirinya sendiri. Kak Jun Se benar-benar..."

Hwan menunggu Eun Sung saat pulang kerja. Ia melihat bangku kosong dan langsung mendudukinya. "Kemari!" katanya pada Eun Sung. Ia berdiri dan memaksa Eun Sung duduk. "Aku sudah melakukan satu." katanya.
Eun Sung bingung dan hendak berdiri. "Satu? Melakukan apa?"
Hwan menyuruhnya tetap duduk. "Duduk saja!"

Eun Sung berkunjung ke rumah Nenek Jang. Nenek Jang mengatakan penyakitnya makin lama akan makin parah. Ia akan banyak membuat kesalahan dan ingatannya akan memudar. Karena Eun Sung berhasil meningkatkan profit hingga 20%, ia meminta Eun Sung be kantor pusat untuk elajar bagaimana mengatur perusahaan. Tentu saja Young Ran dan Jung tidak setuju, bilang bahwa sebelumnya Eun Sung sudah tahu identitas Nenek. Nenek meminta Eun Sung kembali lagi ke rumah.
Eun Sung: Bisakah kalian mendengarku dulu? Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak yakin bisa mengatur sebuah perusahaan. Suatu perusahaan bukan hanya tentang uang, tapi juga pengorbanan dan tanggung jawab. Aku tidak mampu. Aku terlalu takut. Aku tidak punya keyakinan bahwa aku bisa hidup sepertimu, Nek. Aku berterima kasih dan aku minta maaf.
Nenek Jang meminta Eun Sung masuk ke ruangannya untuk bicara empat mata. Nenek Jang membujuk Eun Sung. Namun Eun Sung berkata, jika uang, tentu ia akan tidak akan menolak. Tapi kalau perusahaan, ia tidak bisa. Eun Sung berencana untuk mundur dari perusahaan dan ingin bekerja di bidang kuliner. Aku ingin membuat Masakan Campuran Korea.

Seung Mi Berdiri di depan gerbang rumah Hwan. Ia bersembunyi ketika Hwan mengantar Eun Sung keluar. Eun Sung mendapat telepon bahwa Jun Se datang ke restoran dan berniat ke sana. Hwan ingin mengantar Eun Sung, namun Eun Sung menolak. "Tidak usah..." Eun Sung melihat Seung Mi bersembunyi, kemudian berlari pergi meninggalkan Hwan.

Eun Sung menemui Jun Se. "Kenapa kau membuatku khawatir?!" ujar Eun Sung segera setelah ia melihat Jun Se. "Kalau kau ada masalah, kenapa tidak memberi tahu aku? Kau membantuku saat aku merasa letih. Namun saat kau letih, kenapa tidak menghubungiku? Aku juga ingin membantumu. Apa kau sudah makan?"
Jun Se terdiam sejenak, kemudian menatap Eun Sung. "Eun Sung, ini sudah terasa membosankan. Ayo kita berhenti di sini."
Eun Sung: Apa?
Jun Se: Aku adalah laki-laki yang punya harga diri. Jangan menunjukkan simpatimu.
Eun Sung: Bukankah kau selalu ada saat aku jatuh? Memiliki seseorang di sampingmu saat kau jatuh bisa membuatmu terhibur.
Jun Se: Eun Sung... Hal yang aku lakukan untuk gadis yang kusukai, aku tidak ingin ia menggantinya. Aku melakukannya karena aku menyukaimu. Aku tidak butuh apapun sebagai gantinya.
Eun Sung berniat mengundurkan diri. Ia memberi tahu Manajer Lee. "Tetaplah disini sampai kami menemukan penggantimu." ujar Manajer Lee.
Hwan meminta uang gajinya dan memberikan 50.00 untuk Eun Sung. "Akan kuberikan sisanya bulan depan."
Eun Sung: Bulan depan aku sudah tidak disini.
Hwan terkejut. "Apa?!" Ia kemudian menarik Eun Sung ke balkon. "Kau ingin berhenti bekerja? Kenapa?
Eun Sung: Aku belajar tentang masakan dan hal yang lain.
Hwan: Lalu bagaimana dengan kita? Bukankah aku memintamu menunggu? Bukankah aku memintamu untuk tetap disisiku?
Eun Sung: Jika aku menunggu, apa yang akan berubah? Apa kita bisa bersama? Apa kau pikir kita bisa melakukannya?
Hwan: Jangan beri aku alasan. Kau melarikan diri. Apa karena kak Jun Se? Apa yang dilakukan Jun Se, aku akan melakukannya juga! Aku akan membayar semua yang telah Jun Se lakukan untukmu!
Eun Sung: Kak Jun Se bukan satu-satunya orang yang berdiri diantara kita!
Hwan: Aku sudah memberi tahu Seung Mi.
Eun Sung terkejut. "Apa yang kau katakan padanya?"
Hwan: Perasaanku padamu. Aku mengatakan semuanya. Aku ingin memberinya waktu.
Hwan memegang bahu Eun Sung. "Jadi percaya dan tunggu aku!"
Go Pyung Joong makan di restoran. Ia melihat selebaran pencarian Eun Woo yang tertempel di dinding. Ia menjadi sangat terkejut."Eun Woo... Eun Woo... Bagaimana bisa..."
Ia menelepon Sung Hee dan dan meminta Sung Hee menemuinya.
Pyung Joong: Aku akan mengatakan semuanya. Aku memberi tahumu agar kau bisa bersiap-siap.
Sung Hee: Kau akan mengatakan semuanya?
Pyung Joong menunjukkan selebaran pencarian Eun Woo dan berkata, "Eun Sung... kehilangan Eun Woo."
Sung Hee mengambil selebaran itu dan melihatnya.
Pyung Joong: Ketika Eun Sung kehilangan Eun Woo, apa dia tidak meneleponmu?
Sung Hee: Tidak. Aku tidak tahu.
Pyung Joong: Tidak, dia pasti meneleponmu.
Sung Hee berteriak, "Tidak! Kubilang ia tidak menelepon!"
Pyung Joong: Eun Woo tidak bisa pulang ke rumah! Ia sedang ada di jalanan!
Sung Hee: Biar aku yang mengurusnya. Biarkan aku... Eun Sung juga sedang mencarinya. Apa yang bisa kau lakukan setelah kau mendapatkan namamu kembali? Mereka akan mengambil segalanya. Aku tidak bisa membantumu lagi.
Pyung Joong: Aku sudah tidak percaya lagi padamu. Kenapa kau menghalangi aku bertemu Eun Sung?
Sung Hee: Jadi, kau memutuskan untuk mengatakan segalanya dan aku harus menyiapkan semua uangku untuk dikembalikan?
Pyung Joong: Apapun yang kau katakan aku tetap akan mengatakan segalanya.
Sung Hee: Siapa yang memulai semua ini? Kaulah yang memulainya!
Eun Woo meminta Hwan membuat ramyun a.k.a mie rebus. Hwan berkata bahwa moodnya sedang buruk karena Spy. Eun Woo bilang, "Kakak menyukai spy."
Tiba-tiba Seung Mi menelepon dan berkata bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Hwan menyuruhnya datang ke bar Young Suk.
Hwan menungu Seung Mi sambil melihat Eun Woo memainkan piano. Eun Woo minta Hwan membelikannya susu cokelat. Hwan dan Eun Woo pergi keluar. Seung Mi terkejut ketika melihat Eun Woo keluar dari bar.

---------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Brilliant Legacy Episode 26

Seung Mi sangat terkejut melihat Eun Woo keluar dari bar. Seung Mi hendak memanggil Eun Woo, "Eun Woo..." Namun, ia melihat Hwan berjalan di belakang Eun Woo.
Hwan merangkul pundak Eun Woo. "Kita pergi bersama!"
Eun Woo menunjuk ke arah jalan. "Susu cokelat. Kita harus beli di sana."
Seung Mi bersembunyi di balik tiang.
Hwan dan Eun Woo masuk ke supermarket dan membeli dua susu cokelat. Hwan melihat susu itu. "Kau cuma mau beli dua?" tanyanya.
Eun Woo: Jika aku minum lebih dari dua, perutku akan sakit. Kalau perutku sakit, aku tidak bisa makan.
Hwan tertawa. "Anak ini pandai."
Hwan menunggu Seung Mi di bar. Ponsel Hwan bergetar. Ia mengambil ponsel di sakunya dan melihat sms dari Seung Mi. "Kak, maaf. Temanku tidak membiarkan aku pergi, jadi aku tidak bisa bertemu denganmu."

Eun Sung memutuskan untuk menjual rumahnya dan pindah ke tempat lain. Ia berencana untuk bekerja di sebuah toko pizza. Ia ingin memulai lagi hidupnya dari awal.
Hye Ri: Lalu bagaimana dengan Hwan? Sejak kapan kau menyukainya?
Eun Sung menundukkan kepalanya, dan tersenyum tipis. "Aku tidak tahu. Aku juga tidak tahu kenapa aku begini. Suatu ketika aku sadar, bahwa aku tertawa dan menangis karena dia. Aku bahagia karena dia dan aku terluka karena dia."

Seung Mi menemui ibunya. "Ibu, aku ingin bertanya, tolong jawab dengan jujur. Apa yang ibu lakukan pada Eun Woo?" tanyanya serius.
Sung Hee: Kenapa tiba-tiba kau menanyakan ini?
Seung Mi: Kemana ibu membawanya setelah ke Daegu?
Sung Hee: Kemana aku membawanya setelah ke Daegu.. Apa maksudmu?
Seung Mi: Apa ibu mengirimnya ke tempat lain?
Sung Hee bingung. "Kau pikir aku tidak punya perasaan? Aku membawa Eun Woo ke Daegu karena tempat itu aman. Aku tahu persis bahwa orang di sana baik. Karena itulah aku mengirimnya ke sana. Kau puas sekarang? Kenapa kau bertanya tentang Eun Woo?"
Seung Mi: Aku melihat Eun Woo.
Sung Hee menoleh dengan terkejut. "Kau melihat Eun Woo? Dimana dia sekarang?"
Seung Mi: Aku bersyukur dia masih sehat.
Sung Hee: Dimana kau melihatnya?
Seung Mi menangis. "Ibu, ayo kita kembalikan Eun Woo pada Eun Sung dan pergi. Aku tidak bisa melihat Eun Woo dibawa ke tempat lain lagi. Tidak, bahkan jika aku mati."
Sung Hee: Lalu? Kita kembalikan Eun Woo pada Eun Sung dan pergi? Pergi kemana?
Seung Mi: Kemana saja. Kita pergi dari Seoul. Aku tidak bisa memberikan Eun Woo pada orang lain lagi. Aku tidak akan melakukannya. Tidak, sampai aku mati. Jika aku melakukannya, aku pasti jadi gila.
Seung Mi bersikeras mengajak ibunya pergi, namun Sung Hee menolak.

Keesokkan paginya, Seung Mi tidak menemukan ibunya di rumah. Ternyata Sung Hee pergi melihat Eun Woo. Setelah itu, ia mencari Eun Sung dan mengajaknya bicara. Eun Sung berpura-pura tidak melihatnya dan terus berjalan.
Sung Hee: Ini tentang Eun Woo.
Eun Sung berhenti berjalan dan menoleh. "Kau bilang ini tentang Eun Woo. Ada apa?"
Sung Hee: Aku menemukan Eun Woo.
Eun Sung: Apa? Kau menemukan Eun Woo?
Sung Hee: Benar. Aku menyuruh orang untuk mencarinya.
Eun Sung: Kau benar-benar menemukannya?! Dimana? Dimana?
Sung Hee: Aku tidak bisa mengatakannya padamu sekarang.
Eun Sung: Kenapa kau tidak bisa mengatakannya? Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Sung Hee: Jika kau berjanji untuk meninggalkan Korea bersama Eun Woo, aku akan mengatakannya padamu. Eun Sung, bawa Eun Woo ke Amerika. Pergilah, dan biarkan Eun Woo belajar tentang piano, dan kau juga bisa melanjutkan kuliahmu.
Eun Sung marah dan berkata keras, "Apa maksudmu? Apa kau benar-benar menemukan Eun Woo?"
Sung Hee tidak mengindahkan kata-katanya. Ia mengeluarkan buku rekening dari tasnya. "Aku akan mengembalikan semua uang ayahmu.Itu cukup untuk melanjutkan kuliahmu."
Eun Sung: Aku harus melihat Eun Woo dulu. Aku tidak akan mempercayai kata-katamu sampai aku melihat Eun Woo! Kau pikir aku bisa dibodohi lagi?
Sung Hee: Sebelum kau pergi, kau tidak akan bisa melihat Eun Woo.
Eun Sung setuju. "Tepati janjimu. Jika aku tidak melihat Eun Woo, aku akan kembali. Aku tidak akan melepaskanmu."
Sung Hee: Kita akan bertemu lagi lusa di Bandara Tokyo.
Sung Hee pergi dan menyuruh orang untuk membawa dan mengantarkan Eun Woo padanya lusa jam 8:30.

Eun Sung sedih karena ia harus pergi lusa. Ia mulai mendatangi orang-orang yang disayanginya untuk mengucapkan selamat tinggal secara tidak langsung.
Eun Sung datang untuk menemui Nenek Jang. Ia membelikan Nenek Jang topi.
Eun Sung: Nenek terlihat lebih kurus.
Nenek Jang: Kurus bagaimana? Ibunya Hwan memberiku makanan yang bergizi setiap hari.
Eun Sung berdiri dan memeluk Nenek Jang dari belakang. "Nenekku!"
Nenek Jang: Apa yang kau lakukan?
Eun Sung berkata sedih namun berusaha tetap terdengar ceria, "Nenek, kau harus sehat. Aku sudah tidak bekerja di perusahaan nenek lagi sekarang."
Nenek Jang: Hubungan seseorang tidak disatukan oleh darah, tapi disatukan oleh hati.
Eun Sung memeluk Nenek Jang sambil menangis. "Aku tahu." ujar Eun Sung.
Nenek Jang: Tunggu sebentar lagi. Kebenaran akan terungkap dan segalanya akan membaik.
Eun Sung: Ya.
Eun Sung keluar dari ruangan Nenek dan bertemu dengan Hwan. Hwan mengantarnya keluar rumah. "Besok kan hari libur, kau tidak akan melakukan apa-apa, kan? Apa mau main denganku?" ujar Eun Seung ceria.
Hwan melotot, terkejut.

Eun Sung pergi ke restoran Jun Se dan membereskan selebaran-selebaran dan foto Eun Woo yang dipajang di sana. Jun Se terkejut dan bertanya pada Hye Ri. Tiba-tiba Eun Sung keluar dari dalam restoran.
Eun Sung: Kakak... Sebenarnya aku ingin membereskan ini sebelum kau kembali. Maafkan aku. Tidak ada gunanya memasang foto Eun Woo di sana.
Jun Se: Eun Sung, kau kasar sekali.
Eun Sung: Jangan bilang begitu. Aku kan sudah minta maaf. Aku juga sudah bilang terima kasih. Kau tidak boleh terluka karena aku. Aku tidak melakukan ini untuk menyakitimu.
Jun Se: Lalu kenapa kau lakukan ini?
Eun Sung: Kau melakukan semua ini untukku. Jika aku meninggalkan foto-foto itu di sini....
Jun Se: Kau tidak mau memberi tahu alasanmu.
Eun Sung: Kau akan tahu nanti. Aku sangat berharap kakak bisa bahagia, sekarang, di sini.
Eun Sung mencoba tersenyum. Ia berkata dalam hati, "Kakak, jaga diri."

Eun Sung seperti mencari sesuatu di rumahnya. Hye Ri bertanya, "Apa yang kau cari? Aku akan membersihkan rumah ini."
Eun Sung: Kurasa aku meletakkan passport-ku disini.
Hye Ri: Passport? Aku menyimpannya bersama passport-ku. Itu, ada di rak atas.
Eun Sung mengambilnya. Eun Sung tersenyum dan berkata pada Hye Ri, "Kapan-kapan... kita harus bertemu dan berlibur bersama."

Hwa sibuk memilih baju yang akan dipakainya saat berkencan dengan Eun Sung. Eun Sung juga berdandan habis-habisan untuk kencannya itu.
Hwan menunggu Eun Sung. Ia bergumam sendiri, berpikir kenapa Eun Sung datang terlambat. Ia menoleh dan melihat Eun Sung bersembunyi di balik tiang.
Eun Sung tersenyum dan berjalan mendekatinya. Hwan terpesona melihat Eun Sung, namun berlagak cuek.
Hwan: Kenapa kau berjalan angkuh sekali padahal kau datang terlambat? Apa yang kau lakukan? Apa hobbymu bersembunyi?
Eun Sung: Oh... Itu.. Bukan begitu...
Hwan: Lalu kenapa kau bersembunyi?
Eun Sung: Aku hanya ingin datang terlambat 10 menit. Seorang gadis biasanya datang 10 menit lebih lambat dari jam janjian.
Hwan: Siapa yang bilang?
Eun Sung: Teman lamaku saat kelas 3 SMA.
Hwan: Kelas 3 SMA? Jadi kau tidak pernah berkencan lagi sejak kelas 3 SMA?
Eun Sung: Pokoknya, ini kencan pertamaku di Korea, jadi aku ingin melakukan apapun yang dilakukan oleh orang lain.

Hwan dan Eun Sung pergi ke bioskop. Eun Sung membayar tiket bioskop dan Hwan membayar poopcorn, cola dan nachos. Eun Sung ingin menonton film horor. Eun Sung ketakutan melihat salah satu adegan. Ia bersembunyi dan menangis di bahu Hwan. Sebenarnya Eun Sung menangis bukan karena film horornya, tapi karena akan berpisah dengan Hwan.
Setelah menonton, mereka pergi makan di sebuah restoran. Eun Sung menyuapi Hwan makan, begitu pula sebaliknya. Huu,, co cweet..

Hwan dan Eun Sung kemudian berjalan-jalan di kota. Mereka membeli gulali dan melihat atraksi badut. Hwan kesal melihat badut itu memberikan bunga pada Eun Sung.
Hwan menggandeng tangan Eun Sung. Mereka pergi ke tempat penggambar karikatur. Eun Sung meminta Hwan duduk diam agar bisa digambar. Eun Sung menahan tangisnya.
Hwan mengantar Eun Sung pulang. "Kenapa kau ingin melakukan semuanya dalam sehari?" tanya Hwan.
Eun Sung tiba-tiba mendekati Hwan dan berkata ceria, "Haruskah kita berciuman juga?"
Hwan terdiam. Eun Sung tertawa, "Aku hanya bercanda."
Hwan: Aku juga tidak mau. Kita kan bukan sedang berkencan betulan. Kita hanya mengikuti apa yang orang lain lakukan.
Eun Sung memasang tampang sedih. Hwan buru-buru berkata, "Tapi bukan berarti aku tidak menyukainya. Karena kau yang membuat rencana hari ini, aku akan membuat rencana juga lain waktu.
Eun Sung: Apa yang ingin kau lakukan?
Hwan: Aku tidak akan mengatakannya.
Eun Sung berkata dengan nada bercanda, "Aku tidak bilang aku ingin pergi. Setelah kau mengantarku pulang, semuanya akan berakhir."
Eun Sung melepaskan gandengan tangan mereka.
Hwan: Sampai bertemu besok.
Eun Sung berkata pelan seraya menangis dan melambai pada Hwan, "Aku akan pergi. Jaga dirimu. Selamat tinggal."

Nenek Jang mengetahui hal tentang Seung Mi. Tentang ayah Seung Mi dan bahwa ibunya-lah yang memulai segalanya. Seung Mi hanya terjebak di tengah-tengah. Ia memikirkan apa yang akan ia lakukan.

Eun Sung menemui Manajer Lee untuk menyerahkan surat pengunduran diri.

Eun Woo pergi berjalan seorang diri. Orang suruhan Sung Hee mengikutinya. "Go Eun Woo, kakakmu memintaku memberikan ini." Ia memberikan susu cokelat pada Eun Woo sehingga Eun Woo mau ikut dengannya.
Manajer Lee memberi tahu Hwan bahwa Eun Sung menemuinya tadi malam dan menyerahkan surat pengunduran diri. Hwan menelepon Eun Sung, tapi teleponnya tidak aktif. Hwan mencari Eun Sung di rumahnya, tapi ibu pemilik rumah mengatakan Eun Sung pergi membawa koper besar.
Hwan cemas. Ia menelepon Hye Ri, "Eun Sung pergi kemana?"
Hye Ri bingung. "Apa yang terjadi?" tanyanya. "Apa?! Eun Sung pergi?" Hye Ri teringat saat Eun Sung mencari passportnya.
Hwan: Passport?
Hwan bergegas pergi ke airport.
Eun Woo melarikan diri dari orang suruhan Sung Hee.

Go Pyung Joong menemui Jun Se. Ia menceritakan segalanya tentang dirinya. Mulai dari dia dirampok dan dikira meninggal karena ledakan gas.
Hye Ri menatap Pyung Joong, merasa ia pernah melihat Pyung Joong di suatu tempat.
Jun Se menyadari sesuatu. "Paman, apakau kau bekerja di perusahaan konstruksi?
Pyung Joong: Dari mana kau tahu?
Hye Ri terperanjat dan berteriak, "Ayah!"
Jun Se: Paman, apakah putrimu bernama Eun Sung?
Pyung Joong: Kau mengenal Eun Sung?
Jun Se dan Pyung Joong bergegas pergi ke airport.

Hwan berteriak-teriak di airport memanggil Eun Sung. "Go Eun Sung! Go Eun Sung!"
Eun Sung hendak masuk ke peron. "Eun Sung!" tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil namanya. Eun Sung mencoba menghindari, tapi Hwan menarik tangannya.
Eun Sung: Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!

Jun Se dan Pyung Joong berpencar mencari Eun Sung. Jun Se menemukan Eun Sung terlebih dahulu.
Jun Se: Eun Sung, jangan terkejut dan dengarkan baik-baik. Ayahmu tidak meninggal.
Eun Sung: Apa maksudmu, Kak?
Jun Se: Ayahmu... Ayahmu Go Pyung Joong.. Dia masih hidup.
Eun Sung terkejut, ia tidak bisa berkata apa-apa. Sepertinya masih tidak percaya.
Pyung Joong berlari dan melihat Eun Sung. Eun Sung pun melihat ayahnya.
Pyung Joong: Eun Sung... Ini ayah...
Eun Sung menjatuhkan passportnya. "A... ayah!"

-------------------------------------------------------------------------

Brilliant Legacy Episode 27

Eun Sung sangat terkejut melihat ayahnya. "A... ayah!"
Tiba-tiba Eun terjatuh ke lantai. Pyung Joong berlari ke arahnya. "Eun Sung! Eun Sung!"
Eun Sung melihat ayahnya, masih shock dan belum percaya. "Ayah... Ayah..." Eun Sung meraba wajah ayahnya. "Ini benar ayahku!"
Pyung Joong memeluk putrinya. "Ayah..." Eun terus-menerus memanggil ayahnya sambil menangis.
Eun Sung: Ayah, apa yang terjadi? Jika kau masih hidup, kenapa tidak menghubungiku?
Pyung Joong: Ayo bangun, Eun Sung. Kenapa kau datang ke airport? Apa kau ingin pergi tanpa memberi tahu semua orang?
Eun Sung tiba-tiba teringat Eun Woo. "Eun Woo... Aku datang untuk melihat bertemu Eun Woo."
Jun Se: Eun Sung, apa maksudmu?
Eun Sung: Orang itu... Ibunya Seung Mi... Dia bilang ia menemukan Eun Woo. Jadi dia ingin aku membawa Eun Woo dan pergi.
Pyung Joong: Eun Woo sudah ditemukan?
Eun Sung mengangguk.

Sung Hee frustasi mencari Eun Woo yang tidak bisa ditemukan dimanapun. "Dia sudah naik pesawat? Tidak. Aku tidak bisa pergi seperti ini."

Nenek Hwan menerima surat pengunduran diri Eun Sung yang diberikan oleh Manajer Lee. Di lain pihak, ia sudah menerima surat pengunduran diri Seung Mi. Ia curiga bahwa ini semua ada sangkut pautnya.

Eun Sung: Dia bilang, dia akan naik penerbangan selanjutnya dan membawa Eun Woo bersamanya.
Pyung Joong: Kalau dia berkata jujur, dia pasti sudah ada di airport bersama Eun Woo.
Jun Se: Telepon dia. Jangan katakan padanya bahwa kau sudah bertemu ayahmu.
Eun Sung mengaktifkan ponselnya dan menelepon Sung Hee.
Eun Sung: Aku sudah ada di airport. Aku meneleponmu untuk memastikan. Kau dan Eun Woo sudah di airport kan?
Sung Hee: Eun Sung, jangan pergi hari ini. Eun Woo sedang sakit dan kurasa kami tidak bisa pergi.
Eun Sung langsung panik. "Eun Woo sakit? Dimana?"
Sung Hee: Ia terserang flu serius dan tidak bisa pergi hari ini. Kau pulang saja dulu. Aku akan melihat kondisi Eun Woo dan menghubungimu lagi. Dan kau harus menepati janji. Jangan katakan pada orang lain.
Sung Hee menutup telepon. Dia terlihat sangat frustasi.
Pyung Joong mengajak Eun Sung ke rumah Seung Mi. Bukankah aneh jika dia bilang Eun Woo tiba-tiba sakit?
Jung Se: Tapi dia bilang pada Eun Sung jangan pergi hari ini. Mungkin saja Eun Woo benar-benar sakit.
Eun Sung menjadi sangat khawatir. Pyung Joong tetap ingin ke rumah Seung Mi. "Apa kau tahu kemana Seung Mi pindah?" tanya Pyung Joong pada Eun Sung. "Mereka pindah karena takut aku menemui mereka."
Hwan terlihat shock. Ia teringat percakapannya dengan Seung Mi ketika Seung Mi bilang alasannya pindah adalah menghindari penagih hutang.
Ponsel Eun Sung berbunyi. Nenek Jang-lah yang menelepon.
Nenek Jang: "Kau dimana, Eun Sung?" .... "Apa? Kau bertemu ayahmu?" .... "Apa?!"

Pyung Joong baru menyadari keberadaan Hwan, yang sejak tadi diam saja. "Oh, kau tadi yang bersama Eun Sung."
Hwan membungkuk memberi hormat pada Pyung Joong, "Namaku Sun Woo Hwan."
Pyung Joong membungkuk membalasnya. Ia bertanya pada Eun Sung, "Siapa dia?"
Eun Sung: Dia cucu Nenek Jang.

Eun Sung dan yang lainnya pulang dengan naik mobil Jun Se. Pyung Joong menceritakan bahwa mulanya ia percaya saat Sung Hee bilang Eun Sung pergi ke Amerika. Ia juga mendapat email dari Eun Sung yang mengatakan kalau Eun Sung takut uang asuransi akan diambil jika orang-orang tahu ayahmu masih hidup.
Eun Sung: Kau menerima email dengan namaku?
Pyung Joong: Ya. Kami beberapa kali saling mengirim email.
Eun Sung: Siapa yang melakukannya?
Hwan terkejut, namun hanya bisa diam. Eun Sung melihat Hwan sekejap. Sepertinya mereka berdua sudah tahu siapa yang melakukan hal itu.
Eun Sung: Ayah sudah mengenal Kak Jun Se selama ini?
Pyung Joong: President Park memberi aku pekerjaan. Aku berhutang banyak padanya.
Jun Se: Jangan berkata begitu.
Hwan menatap Jun Se.

Eun Woo berjalan sendirian di jalan sambil menyebut nama-nama tempat yang dihafalnya. Sung Hee dan anak buahnya belum bisa menemukan Eun Woo. Stress berat dia.

Jun Se mengantar Eun Sung dan yang lainnya ke rumah Nenek Jang. Eun Sung dan ayahnya masuk ke dalam rumah, namun Hwan berjalan keluar.
Ia berpikir dan teringat kata-kata yang pernah dikatakan Seung Mi padanya. Tentang Eun Sung yang memaksa Seung Mi agar menyembunyikan masa lalu mereka. Atau tentang Seung Mi yang berkata bahwa Eun Sung telah membohongi Hwan.
Hwan mencoba menelepon Seung Mi, namun ponsel Seung Mi tidak aktif. Ia meninggalkan pesan yang menyuruh Seung Mi menemui Hwan di bar.

Nenek Jang dan yang lainnya mendiskusikan suatu rencana untuk membuat Sung Hee tidak bisa berbuat apa-apa. Nenek meminta Young Ran menelepon Sung Hee dan menyuruhnya datang ke rumah.
Sung Hee: Ibumu ingin menemuiku? Kenapa?
Young Ran: Eun Sung menghilang tiba-tiba tanpa memberi tahu siapapun. Mungkin ia ingin menanyakan itu padamu.
Sung Hee merasa tenang. "Begitu... Tapi bagaimana aku tahu?"
Young Ran: Itulah yang kukatakan padanya. Ibu juga ingin membicarakan sesuatu denganmu.

Hwan datang ke bar Young Suk. Young Suk berkata bahwa Young Jae menghilang. Hwan khawatir dan hendak menelepon polisi, namun Young Suk menolak. "Jangan!"
Hwan: Kenapa? Apa yang terjadi?
Young Suk: Sebenarnya... Dia bukan sepupuku.
Hwan: Dia bukan sepupumu?! Lalu siapa dia?!
Young Suk: Dia cuma anak yang kutemukan. Ia menyukai piano, jadi aku berpikir akan membiarkannya pergi setelah bermain di sini. Tapi anak itu tidak mau pergi.
Hwan: Apa?! Kau tidak mengenal anak itu?!
Hwan sangat terkejut. Ia hendak menelepon Eun Sung untuk memberi tahu hal tersebut, namun ia ragu. "Bagaimana jika anak itu bukan Eun Woo?" Ia akhirnya memutuskan untuk mencari Eun Woo.
Hwan berlari menuju ke beberapa tempat kursus piano, namun tidak ada yang melihat Eun Woo.
Sung Hee datang ke rumah Nenek Jang. "Duduklah." kata Nenek Jang padanya.
Sung Hee: Sepertinya ada suatu hal yang kulakukan sehingga mengganggumu.
Nenek Jang: Benar. Sesuatu yang membuatku sangat tidak nyaman.
Sung Hee: Jika ada sesuatu yang ingin kau tanyakan, silahkan tanyakan padaku.
Nenek Jang: Aku tidak bisa menanyakannya sendiri padamu.
Nenek Jang memberi isyarat. Eun Sung dan Pyung Joong turun dari lantai atas.
Sung Hee terlonjak kaget.
Young Ran meremas tangan Pyo Sung Chul saking cemasnya. (cie cie..) Namun Sung Chul berusaha melepas genggaman tangannya itu. "Jangan bergerak. Aku menggenggam tanganmu karena aku gemetar."

Sung Hee gemetar dan terlihat ketakutan.
Nenek Jang: Sepertinya kau penasaran bagaimana ayah dan putri ini bisa bertemu.
Pyung Joong: Dimana Eun Woo?
Nenek Jang: Semua sudah berakhir. Jadi, ayo kita selesaikan ini. Hal yang paling penting saat ini adalah menemukan Eun Woo. Katakan dimana Eun Woo.
Sung Hee: Kenapa aku harus bicara tentang Eun Woo di depan Nenek Hwan?
Pyung Joong: Ayah dan kakak Eun Woo ada di sini. Katakan dimana Eun Woo.
Sung Hee: Aku tidak tahu. Aku hanya ingin Eun Sung pergi.
Eun Sung: Kau bohong!
Pyung Joong: Kau melihat bagaimana aku mencari Eun Sung dan Eun Woo. Bukankah sudah cukup kau mencoba memutus hubungan darah kami? Apa kau berniat membawa Eun Woo pergi lagi?
Sung Hee: Siapa yang memutus hubungan darah kalian? Bagaimana bisa orang yang sudah mati punya hubungan darah?
Pyung Joong: Apa?
Sung Hee: Bukankah kau sudah mati? Kau yang memulai ini. Jika kau tidak berpura-pura mati, aku juga tidak akan memulai ini.
Nenek Jang: Aku tidak bisa mendengarkan ini lagi! Setelah suamimu meninggal, kau mengambil semua uang asuransi dan mengusir anak-anak. Siapa yang melakukan itu?
Sung Hee: Jika kau tidak berada diposisiku, kau tidak bisa bilang itu salah atau benar.
Nenek Jang: Mencampakkan Eun Woo juga karena situasi?
Sung Hee: Apa kau melihatku mencampakkan Eun Woo?
Sung Hee berdiri dan hendak berjalan pergi. Tapi Eun Sung berkata padanya, "Semua yang kau katakan adalah kebohongan, kecuali mengenai Eun Woo. Tolong, katakan padaku dimana Eun Woo."
Sung Hee: Ya. Jika aku tahu dimana Eun Woo, aku akan mengatakannya padamu. Tapi saat ini aku tidak tahu dimana dia, jadi aku tidak bisa mengatakan apa-apa.
Pyung Joong: Jika kau menyentuh Eun Woo, kau akan kuampuni!
Sung Hee berjalan keluar dan mengemudikan mobilnya. Pyo Sung Chul sudah siap di dalam mobil untuk mengikuti Sung Hee.

Hwan hampir putus asa mencari Eun Woo. Namun tiba-tiba ia mendengar suara piano yang biasa dimainkan oleh Eun Woo. Arahnya dari sebuah gereja. Hwan segera berlari masuk ke gereja, dan di sana ia melihat Eun Woo sedang memainkan piano.
"Oi! Go Eun Woo!" panggil Hwan. Ia mendekati Eun Woo. "Apakah kakakmu bernama Go Eun Sung?"
Eun Woo: Aku sedang menunggu kakak.
Hwan tersenyum lega. Ia melihat kalung Eun Woo yang sama dengan Eun Sung. "Jadi itu benar kau?" Hwan memeluk Eun Woo.

Pyo Sung Chul berhasil mengikuti Sung Hee ke rumahnya yang baru.
Begitu sampai rumah, Sung Hee langsung memasukkan pakaian ke dalam koper.
Nenek Jang meminta Eun Sung dan ayahnya untuk tinggal di rumahnya. Namun mereka menolak.
Di saat yang sama, Hwan mengajak Eun Woo ke rumah Nenek Jang. Eun Woo terlihat takut, namun Hwan mengatakan bahwa ini adalah rumahnya. Eun Woo tidak perlu khawatir.
Eun Sung dan Pyung Joong keluar dari rumah Nenek. Mereka sangat terkejut melihat Eun Woo datang bersama Hwan. Eun Sung bergegas berlari dan memeluk Eun Woo.
Eun Sung: Eun Woo! Ini benar Eun Woo-ku!

Nenek Jang bertanya pada Hwan bagaimana ia menemukan Eun Woo. Hwan menceritakan bahwa ia bertemu Eun Woo di bar Young Suk dan bahwa Eun Woo bukanlah sepupu Young Suk.
Eun Woo ikut-ikutan bicara. "Jika aku ingin bertemu kakak, aku tidak boleh mengatakan apapun. Jika aku menelepon, aku tidak bisa bertemu kakak."
Eun Sung menoleh. "Eun Woo, siapa yang bilang begitu?"
Eun Woo: Ibu.
Semua orang terdiam dan terkejut.
Pyung Joong: Apa benar ibu yang bilang?
Eun Woo bangkit. Ia menyebutkan nomor telepon ibunya, nomor mobil ibunya dan apartment tempat tinggal ibunya.
Eun Sung menangis. "Bagaimana bisa ia melakukan itu padaku saat ia..." Eun Sung memegang dadanya yang sesak. "Nenek, aku tidak bisa diam seperti ini. Tolong tanya pada Paman Pyo Sung Chul dimana Seung Mi tinggal."
Nenek Jang meminta Hwan mengantarkan Eun Sung dan Pyung Joong lalu langsung pulang ke rumah lagi.
Seung Mi duduk di taman. Ia menangis dan membakar foto-fotonya bersama Hwan. Ia membakar foto terakhir, namun berubah pikiran dan memungut foto itu lagi.
Seung Mi pulang ke rumah dan melihat ibunya sedang membereskan barang-barangnya. Ia berkata pada Seung Mi agar ia segera pergi.
Sung Hee menceritakan pada Seung Mi tentang perjanjiannya dengan Eun Sung.
Seung Mi: Ibu bilang apa? Aku meminta ibu untuk menyerahkan Eun Woo pada Eun Sung dan kita pergi. Apa aku memintamu untuk membuat Eun Sung pergi?
Sung Hee: Maaf.
Seung Mi: Ibu, kenapa kau seperti ini? Kenapa harus kau yang menjadi ibuku? Memiliki ibu sepertimu membuat aku gila! Apakah begitu sulit melepaskan uang? Aku sudah melepaskan kak Hwan. Kenapa kau tidak bisa melepaskan uang? Kenapa?
Sung Hee: Itu bukan karena uang. Untuk sesekali, sebagai ibumu, aku ingin melakukan sesuatu untukmu.
Seung Mi: Kenapa kau melakukan itu untukku? Aku tidak menginginkan itu.
Sung Hee: Karena itu, kau harus pergi. Aku tidak tahan melihatmu disakiti karena aku. Seung Mi, pergi sekarang. Aku akan menyelesaikan semuanya. Bawa ini dan pergi ke New York. Kau bilang ingin bersekolah di sana, kan?
Seung Mi menolak. Ia bertanya dimana ibunya kehilangan Eun Woo. Sung Hee mengatakan bahwa ia akan mencari Eun Woo sendiri, dan jika berhasil menemukan Eun Woo, ia akan membawa Eun Woo pada Eun Sung atau membesarkan Eun Woo sendiri.
Seung Mi menangis melihat ibunya seperti itu. "Ibu... Kenapa ibu begini?"

Hwan mengantar Eun Sung, Eun Woo dan Pyung Joong ke apartment Seung Mi. Saat itu, Sung Hee sedang memaksa Seung Mi pergi. Sung Hee membuka pintu dan terkejut melihat Pyung Joong sudah ada di depan pintu.
Seung Mi: Eun Woo!
Eun Woo: Kakak.
Pyung Joong menarik Sung Hee masuk ke dalam apartment. Ia hendak memukul Sung Hee, tapi Eun Woo melarangnya. "Itu ibu!" ujar Eun Woo. "Dia akan sakit jika ayah memukulnya. Ibu tidak boleh sakit."
Pyung Joong: Kau dengar? Dia memanggilmu ibu.
Eun Woo: Ibu, Eun Woo menuruti ibu. Jika aku ingin bertemu kakak, aku harus menuruti ibu.
Seung Mi menangis dan berlari keluar. Eun Sung mengejarnya. Hwan, yang sedang menunggu diluar, melihat mereka.
Eun Sung: Kau! Apa kau yang mengirim email pada ayahku? Apa kau menggunakan namaku untuk mengirim email pada ayahku?
Seung Mi: Ya.
Eun Sung menampar Seung Mi. Hwan melihatnya. "Kenapa kau tega melakukannya? Kenapa kau tega membiarkan aku tidak bertemu ayahku yang ternyata masih hidup? Kau membuatku pergi ke Amerika agar aku tidak bisa bertemu dengan ayahku lagi selamanya?"
Seung Mi: Itu tidak benar. Aku bilang, aku ingin mengirimkan Eun Woo padamu dan pergi. Jika kau tidak berhubungan dengan nenek, aku pasti sudah memberitahukanmu. Apa kau tahu apa artinya bagiku mengatakan padamu bahwa ayah masih hidup? Artinya adalah akhir hubunganku dengan kak Hwan.
Eun Sung: Jadi semuanya karena dia? Karena satu orang itu?
Seung Mi: Ayahmu sangat berharga untukmu, kan? Untukku, kak Hwan adalah orang yang berharga. Ayahmu adalah orang yang baik. Aku bertemu dengannya beberapa kali sebelum ia dan ibu menikah, dan aku sangat menyukainya. Ia baik hati dan hangat. Ia sangat berbeda dengan ayah kandungku. Aku sangat senang ia menjadi ayah tiriku. Tapi, di rumah ayahku yang baru ada kau. Kau sangat dekat dengan ayahmu. Kalian berdua sering bertemu di luar dan makan bersama. Walaupun ia pulang larut setelah bekerja, ia tetap mengobrol denganmu selama 30 menit di kamarmu. Tidak ada ruang untukku di antara kalian berdua. Ayah tidak pernah mengabaikanku. Ia melakukan yang terbaik untuk putri dari wanita yang ia nikahi. Aku makin merasa sedih karenanya. Aku merasa memanfaatkan ibuku. Aku tidak pernah membawa teman ke rumah dan tidak ingin orang lain tahu kalau aku hidup bersamamu. Jadi aku selalu berangkat sekolah 30 menit lebih awal.
Eun Sung: Apa hubungannya semua itu dengan hal yang sedang kita bicarakan?
Seung Mi: Kak Hwan adalah orang yang kesepian dan terluka seperti aku. Walaupun orang lain tidak menyukainya karena sifatnya buruk, tapi ia tidak pernah seperti itu padaku. Aku sangat menyukainya. Aku merasa ada orang yang memperlakukan aku seperti seseorang yang spesial. Kau tidak tahu betapa berartinya itu. Hanya kak Hwan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpanya.
Eun Sung: Karena dia kau menyembunyikan semua ini?
Seung Mi: Maafkan aku, Eun Sung. Aku tidak punya pilihan lain.
Eun Sung berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Seung Mi.

Hwan mendekati Seung Mi dan bicara padanya. "Apakah kau adalah Seung Mi yang kukenal? Kau bilang melakukan semua ini untukku? Apa aku bagimu hingga membuatmu melakukan hal semacam ini!"
Hwan meninggalkan Seung Mi dan pergi ke bar Young Suk. Tanpa berkata apa-apa, ia langsung memukuli Young Suk karena telah memanfaatkan Eun Woo.

Pyung Joong, Eun Sung dan Eun Woo menginap di rumah Nenek Jang. Ketika Eun Sung dan Eun Woo sudah tidur, Pyung Jung pergi keluar dan menangis. Ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. "Ini semua salahku."
Nenek Jang melihatnya dari belakang.

Ayah Jun Se membantu Pyung Joong untuk mengembalikan lagi identitasnya. Sung Hee menutup rekeningnya, berniat untuk mengembalikan uang asuransi. Jika uang asuransi dikembalikan, Pyung Joong ataupun Sung Hee tidak akan terkena sanksi hukum.

Eun Sung membawa Eun Woo dan Pyung Joong ke rumahnya yang kecil. Pyung Joong kelihatan sangat sedih. "Eun Sung, tunggulah sebentar lagi. Ayah akan bekerja keras. Setelah identitasku kembali, dan dengan kemampuanku, tidak akan sulit mendapat pekerjaan."
Eun Sung mengangguk. "Ayah akan mencari uang. Aku akan mencari uang juga. Secepatnya kita akan membeli rumah yang baru."

Sung Hee sangat frustasi dan tertekan. Suatu malam ia keluar seorang diri.
Perasaan Seung Mi tidak enak. Ia bergegas ke kamar Sung Hee untuk mencari ibunya. Namun Sung Hee tidak ada di sana. Seung Mi berlari keluar dan berteriak-teriak memanggil, "Ibu! Ibu!"
Sung Hee ternyata berada di atap apartment. Ia menaiki undakan dan memegang pagar pembatas (sepertinya Sung Hee mau bunuh diri).

------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis Brilliant Legacy Episode 28

Sung Hee teringat kata-kata Seung Mi, "Ibu, kenapa kau melakukan itu?! Kenapa harus kau yang menjadi ibuku?! Kau membuatku gila!" Ia kemudian teringat Pyung Joong, "Apa kau manusia?!". Eun Woo berkata, "Itu ibu."
Sung Hee hendak meloncat dari atas, namun Seung Mi datang dan memanggilnya, "Ibu! Ibu, jangan! Jangan lakukan itu!" Seung Mi menangis ketakutan. "Ibu, kau tidak boleh mati!"
Sung Hee: Tidak ada alasan lagi untuk hidup.
Seung Mi: Hiduplah untukku. Semenderita apapun ibu, ibu tidak boleh mati! Apapun yang telah ibu lakukan, aku butuh ibu! Jangan mati, ibu! Jangan melarikan diri sendirian! Jika ibu pergi, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Satu-satunya orang yang menyayangi aku adalah ibu. Bagaimana aku bisa hidup tanpa ibu? Jika ibu masih ingin pergi, bawa aku bersama ibu.
Seung mi berlari ke arah Sung Hee. Sung Hee menoleh dan menghalangi putrinya. "Jangan! Jangan, Seung Mi!"
Seung Mi: Ibu! Jangan mencampakkan aku dan melarikan diri! Ibu, kumohon... Kumohon... Ibu...

Seung tertidur di pangkuan Sung Hee. Saat hari sudah pagi, Seung Mi terbangun dan kaget melihat Sung Hee tidak ada di sisinya. Ia berlari keluar dengan panik untuk mencari ibunya. "Ibu!"
Sung Hee kemudian muncul dengan membawa tas. "Sarapan sudah siap. Aku akan segera kembali."
Seung Mi: Ibu mau kemana?
Sung Hee: Jangan khawatir. Ada hal yang harus aku selesaikan.
Seung Mi: Hati-hati. Cepat pulang.

Sung Hee menemui Pyung Joong untuk memberi tahu bahwa ia telah mengembalikan uang asuransi. "Ini tanda terimanya. Aku juga sudah menjual apartment. Ini uang yang tersisa. Aku sudah menawarkan rumah untuk dijual dan memberi nomor telepon Eun Sung untuk dihubungi. Setelah rumah terjual, kau bisa mengambil uangnya."
Pyung Joong: Kenapa kau melakukan ini?
Sung Hee: Seung Mi ingin aku untuk mengembalikan semuanya, jadi aku melakukannya. Setelah semuanya dikembalikan, aku akan pergi dari sini. Ia bilang, ia membutuhkan aku. Ia akan sendirian bila tidak ada aku. Ia memanggil orang seperti aku ibunya dan ingin aku trerus terus di sampingnya. Aku akan menggunakan sisa hidupku untuk membayar kesalahanku pada Seung Mi.

Seung Mi datang ke rumah Eun Sung. Ia menunggu di sana karena Eun Sung dan Eun Woo sedang keluar.
"Eun Woo!" panggil Seung Mi ketika melihat Eun Sung dan Eun Woo datang.
Eun Woo: Kakak!
Seung Mi memberikan sebuah tas berisi sesuatu pada Eun Woo. "Dulu kakak belum sempat membelikanmu ini."
Eun Woo: Ayo kita pergi membeli hamburger. Hamburger dan soda.
Seung Mi tersenyum. "Ingatanmu sangat bagus."
Eun Sung memberi Eun Woo uang dan memintanya pergi membeli hamburger sendiri. Eun Woo berjalan pergi, namun Seung Mi memanggilnya. "Eun Woo, jaga dirimu.".
Eun Sung: Jangan melakukan ini lagi pada Eun Woo.
Seung Mi: Aku hanya ingin mampir sebelum pergi.
Eun Sung: Kau ingin pergi?
Seung Mi: Ibuku ingin bunuh diri. Aku memohon padanya untuk tetap hidup karena aku takut hidup... seorang diri.
Eun Sung bersikap dingin. "Karena ibumu ingin bunuh diri, maka kau berharap untuk dimaafkan?"
Seung Mi: Maafkan aku. Itu semua salahku. Jika aku melepaskan kak Hwan lebih awal, ibu pasti tidak akan menjadi serakah. Karena aku ingin setara dengan keluarga kak Hwan, maka ibu menjadi serakah dan mengambil semua uang asuransi. Ia takut ketahuan sehingga melakukan itu pada Eun Woo. Ibuku melakukan kesalahan itu, semuanya karena aku. Maafkan aku, Eun Sung.
Wajah Eun Sung melembut dan akhirnya tersenyum.

Seung Mi menemui Hwan. "Aku kemari karena aku ingin meminta sesuatu dari kak Hwan. Sesuatu yang ingin aku lakukan bersama kak Hwan, tapi belum sempat kita lakukan."
Ternyata Seung Mi ingin naik bus bersama Hwan. Di sepanjang perjalanan, mereka hanya duduk diam. Sejak bus ramai sampai bus mulai sepi.
Seung Mi: Terima kasih karena selama ini kakak selalu di sampingku. Karena kakak, aku tidak merasa kesepian. Jaga Eun Sung baik-baik.
Hwan hanya bisa terdiam.
Seung Mi: Ini haltenya. Kakak, kau turun duluan.
Hwan melihat Seung Mi dari luar dan Seung Mi menatapnya, tersenyum.

Pyung Joong memberikan uang dari Sung Hee kepada Eun Sung. Ia meminta maaf kepada Eun Sung karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa meminta persetujuan Eun Sung. "Walaupun aku ingin membawa dia ke penjara, tapi hal itu tidak akan membuat kemarahanku hilang." kata Pyung Joong.
Eun Sung juga bercerita bahwa Seung Mi menemuinya dan memohon agar memaafkan ia dan ibunya. Seung Mi tidak akan mungkin bisa hidup tanpa ibunya.
Seung Mi dan Sung Hee pindah.
Nenek Jang memanggil Pyung Joong dan menawarkan proyek untuk membangun apartment karyawan. Ia meminta Pyung Joong untuk mengerjakan proyek ini bukan karena koneksi, tetapi karena Nenek Jang tahu tentang perusahaan Pyung Joong dan kemampuannya sebagai konstruktor. Nenek Jang juga memberi Pyung Joong sejumlah uang untuk membeli rumah baru, namun Pyung Joong menolak. Ia mengatakan bahwa Eun Sung akan membawa Eun Woo untuk bersekolah di luar negeri.

Young Suk datang ke cabang kedua dan meminta agar Hwan tidak melaporkannya ke polisi. Hwan menarik kerah baju Young Suk. Eun Sung melihat mereka dan melerai. "Jangan bertindak seperti itu pada pelanggan!" ujar Eun Sung pada Hwan. Eun Sung hendak minta maaf, namun karena ia melihat bahwa pelanggan itu adalah Young Suk, dengan spontan Eun Sung malah memukulnya.

Eun Sung memberi tahu Hwan bahwa ia akan bersekolah di luar negeri menggunakan uang yang dikembalikan Sung Hee. Hwan marah dan berseru, "Jangan pergi!"
Tapi Eun Sung bersikeras. Ia ingin memberi Eun Woo pendidikan pianist yang baik agar Eun Woo bisa menjadi pianist dan komposer profesional. Hwan menyerah.

Eun Woo bilang pada Eun Sung bahwa Kak Ramyun (Hwan) menyukai Spy. "Spy sangat cantik dan tidak pernah mendengarkan kakak. Kak Ramyun menyukai Spy. Kau tidak tahu bagaimana rasanya menyukai orang yang membencimu kan?"
Eun Sung: Hwan bilang begitu?

Nenek Jang berkata pada Hwan, jika ia mau bersama Eun Sung, kenapa Hwan tidak bersekolah di luar negeri juga? Ia sekarang sudah bisa mempercayai Hwan dan membiarkan Hwan pergi "Buat keputusan yang akan membuatmu tidak menyesal."
Di lain pihak, Pyung Joong bertanya pada Eun Sung apakah ia pergi karena Hwan. Eun Sung bilang bahwa ia akan pergi. Pyung Joong kemudian berkata, "Jangan lakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal nantinya."

Hwan berlari ke halte bus untuk menemui Eun Sung.
Eun Sung sudah naik bus untuk menemui Hwan. Ia melihat Hwan ingin memanggil taksi dan bergegas turun. Ia melambai melarang Hwan.
Eun Sung: Tunggu aku. Aku ada di situasi dimana aku tidak bisa tidak pergi. Jadi tunggu aku.
Hwan: Apa kau bilang?
Eun Sung: Aku bilang tunggu aku!
Hwan tersenyum dan memeluk Eun Sung. "Bodoh!" katanya. "Tentu saja aku akan menunggumu."

Hwan bilang ia sebenarnya ingin pergi juga, namun ia tidak bisa karena ia belum memberikan nenek kenangan yang indah. Ia tidak bisa meninggalkan nenek. Jika ingan nenek mulai memudar, ia ingin neneknya melupakan kenangan-kenangan yang buruk dan menggantinya dengan kenangan yang indah bersama cucunya. Ia juga ingin membuktikan pada neneknya bahwa ia bisa membangun hidupnya sendiri sedikit demi sedikit.
Eun Sung: Kau jadi sedikit keren.
Hwan: Sedikit?
Eun Sung: Semua itu akan tercapai. Karena kau adalah cucu nenek.

Eun Sung menemui Jun Se dan Hye Ri untuk mengatakan rencananya bersekolah di luar negeri. Ia berterima kasih pada Jun Se karena telah menolongnya selama ini. Jun Se bilang, Eun Sung harus baik-baik dengan Hwan. Ia ikut bahagia jika gadis yang disukainya bahagia.

Nenek Jang menyuruh Pyo Sung Chul untuk bertemu dengan seorang wanita dan mencari jodoh. Namun Sung Chul menolak karena ia tidak ingin menikahi wanita yang tidak dikenalnya. Nenek Jang memanggil Young Ran dan menunjukkan foto wanita itu.
Nenek Jang: Apa pendapatmu tentang wanita ini? Apa dia tidak cantik?
Young Ra berkata dingin, "Dia seperti wanita penggoda. Ibu, kenapa kau selalu memaksa orang yang tidak mau pergi berkencan?" Lalu pergi ke dapur.
Nenek Jang terkejut sekaligus bingung.
Pyo Sung Chul menyusul Young Ran ke dapur.
Young Ran: Apa kau tidak mau berkencan karena wanita itu? Dia sudah tua, dia kekanak-kanakan, dan wanita yang...
Young Ran teringat saat ia terpeleset dan Sung Chul menangkapnya. Sung Chul berkata, "Berhentilah melakukan hal-hal yang bodoh."
Young Ran: Apa itu... aku?
Hwan tiba-tiba datang untuk menanyakan makan siang.

Nenek Jang akhirnya menyadari bahwa Sung Chul menyukai Young Ran dan tidak menikah karena itu. Sung Chul minta maaf karena berani berbuat begitu, namun Nenek Jang bilang bahwa tidak ada perbedaan diantara manusia. Nenek juga merasa tenang jika menitipkan Young Ran pada Sung Chul.

Setelah makan siang, nenek meminta semuanya untuk berkumpul. Karena Eun Sung menolak perusahaan, maka ia akan menjadikan perusahaan itu sebagai perusahaan karyawan. Ia akan membagi-bagikan saham pada para karyawannya. Untuk aset yang tersisa, nenek menulisnya dalam surat warisan dan menyerahkannya pada Hwan. Ia meminta Hwan melaksanakan apa yang tertulis di surat warisan itu jika nenek sudah meninggal.

Nenek Jang berkata bahwa ketika ia sedang koma di rumah sakit, samar-samar ia mendengar suara Hwan yang menceritakan kecelakaan ayahnya. Nenek menoleh pada Hwan, "Hwan! Apakah itu semua benar?"
Hwan: Maafkan aku.
Nenek Jang: Bodoh! Kenapa kau tidak menceritakannya? Kenapa kau hidup dengan kesedihan seperti itu di hatimu? Apa mungkin... karena putraku mati untuk menyelamatkan anaknya, jadi kau takut aku akan membencimu?
Hwan: Semua itu terjadi karena aku terlalu keras kepala.
Nenek Jang menangis dan memeluk Hwan. Ia berkata bahwa orang tua manapun tidak akan menginginkan kejadian buruk menimpa anaknya.

Jung mencoba mencari pekerjaan, tapi kemampuannya terlalu buruk dan ia memutuskan untuk belajar terlebih dahulu.

Hwan mengajukan proposal untuk membuka cabang secara global. Tujuan pertama adalah New York. "Aku mencium adanya motif tersembunyi." ujar Nenek Jang curiga.
Hwan: Tidak ada.
Nenek Jang: Tidak?
Hwan menahan senyum. "Tentu tidak."
Nenek Hwan: Kalau begitu, ayo kita rapatkan.
Nenek Jang membagikan saham pada para karyawannya.
Pyung Joong memulai proyeknya dan membina karirnya dari awal lagi.
Seung Mi menjadi seorang guru dan Sung Hee bekerja di toko bunga.
Karena hari ini Eun Sung akan pergi ke Amerika, Hwan mengajaknya pergi piknik di tempat dimana Hwan dan ayahnya pergi sebelum kematian ayahnya. Hwan berniat memasakkan kari untuk Eun Sung. Agak ribet juga dia memasaknya.
Eun Sung memakan kari itu. Ia mengunyah dan terdiam.
Hwan: Bagaimana rasanya?
Eun Sung: Baru kali ini aku merasakan masakan seperti ini. Ini enak.
Hwan senang. "Benarkah?" Ia menyendok kari dan memakannya. "Kenapa kari rasanya seperti bubur?"
Eun Sung: Punyaku enak. Sangat enak sampai aku ingin menangis.
Eun Sung terharu, menahan tangisnya. Hwan tersenyum padanya.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan melihat danau.
Eun Sung: Aku tidak ingin terlambat ke airport. Aku harus pergi sekarang.
Hwan hanya diam. Eun Sung menatapnya. "Setelah selesai bekerja, kau harus langsung pulang!" kata Eun Sung. "Jika sudah dapat gaji, jangan minum-minum. Apalagi kalau kau sampai mabuk dan mengetuk pintu rumah seorang gadis..." ujar Eun Sung seraya menunjukkan kepalan tangan pada Hwan.
Hwan tertawa. "Apa?"
"Ada hal lain yang ingin kukatakan." kata Eun Sung. "Sun Woo Hwan!" Eun Sung kemudian berbisik di telinga Hwan, "A-ku-men-cin-ta-i-mu."
Hwan terkejut. "Apa yang tadi kau katakan?"
Eun Sung: Kau tidak dengar?
Hwan: Katakan sekali lagi.
Eun Sung tersenyum dan mencium Hwan.